"Ga boleh bawa makanan, anak saya bawa aqua botol kecil dan goreng tahu tetap harus disimpan diluar. Bahkan banyak pengunjung yang dirazia," Katanya.
Untuk keperluan makanan, pihak pengelola mengharuskan membeli di dalam dengan menggunakan voucher. Untuk mendapatkan voucher tersebut harus ditukar dulu dengan uang dengan harga cukup mahal.
"Masa untuk sebotol Aqua saja harus beli voucher seharga Rp 10.000," katanya.
"Saya ga habis pikir ini teh, wahana untuk menghibur masyarakat atau untuk mencekik rakyat. Padahal didirikan di area lokasi punya masyarakat. Dadaha kan merupakan fasilitas umum milik masyarakat, harusnya digratiskan," ujar Irwan.***