Bitcoin Disebut Mirip Emas, Mana Lebih Aman Jadi Safe Haven di Era Digital? Ini Penjelasan Oscar Darmawan!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 06:21 WIB
Ilustrasi emas vs bitcoin, safe haven di era digital.  (Instagram.com/cryptoding)
Ilustrasi emas vs bitcoin, safe haven di era digital. (Instagram.com/cryptoding)

 

Mediapriangan.com - Dalam dunia investasi, emas telah lama dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven, terutama ketika terjadi gejolak ekonomi.

Namun, di era digital saat ini, status tersebut mulai ditantang oleh aset kripto, salah satunya Bitcoin.

Fenomena Bitcoin sebagai safe haven alternatif terus menarik perhatian, termasuk di kalangan investor Indonesia.

Baca Juga: Bank Nasional dan Daerah Kompak Jamin Dana Nasabah Tetap Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant

Salah satu tokoh yang angkat bicara soal ini adalah Oscar Darmawan, CEO Indodax sekaligus pengusaha aset digital ternama.

Melalui siniar YouTube Success Before 30 yang tayang pada 4 Agustus 2025, Oscar menjelaskan adanya kemiripan mendasar antara emas dan Bitcoin, khususnya dalam hal logika ekonomi dan nilai produksi.

"Emas sama Bitcoin ya, kita harus tahu cara kerja emas dan Bitcoin itu mirip, atau bahkan bisa dikatakan sama persis," ujar Oscar dalam siniar tersebut.

Baca Juga: IFG Ungkap Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Q1 2025, Tekankan Transformasi Sistem Keuangan Terintegrasi

Menurut Oscar, nilai emas bukanlah nilai abstrak. Ia terbentuk karena adanya biaya besar untuk eksplorasi, penambangan, hingga pemurniannya.

"Emas itu punya nilainya karena faktor nilai biaya eksplorasi, atau biaya pertambangan. Jadi setiap emas yang diambil dari bumi, itu ada biayanya. Untuk menggalinya, memurnikannya, dan lain sebagainya," jelasnya.

Lebih lanjut, Oscar menyebut bahwa biaya eksplorasi emas bisa mencapai angka yang signifikan.

Baca Juga: Indosat Perluas Jaringan di Jawa Barat, Gandeng Pelaku Lokal Demi Internet Andal hingga Pelosok Priangan Timur

"Kurang lebih biaya eksplorasi emas itu sekitar hampir 50 USD (atau sekitar Rp818.065) per gramnya," imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X