Fenomena Rojali-Rohana Ramai Dibahas, Ekonom Sebut Sepinya Mall Lebih Dipicu Perubahan Gaya Belanja ke E-Commerce

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 17:45 WIB
Ilustrasi fenomena Rojali-Rohana yang hangat diperbincangkan dalam dunia bisnis Tanah Air.  (Freepik.com/mrsiraphol)
Ilustrasi fenomena Rojali-Rohana yang hangat diperbincangkan dalam dunia bisnis Tanah Air. (Freepik.com/mrsiraphol)

 

Mediapriangan.com - Istilah rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya-nanya (Rohana) tengah jadi sorotan publik.

Fenomena ini menggambarkan pengunjung pusat perbelanjaan yang hanya melihat-lihat atau bertanya tanpa melakukan pembelian.

Meski kerap disebut-sebut sebagai penyebab sepinya mall, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, punya pandangan berbeda.

Baca Juga: Strategi Investasi Oscar Darmawan, Pilih Bitcoin karena Keamanan Jangka Panjang, Ungkap Tantangan Quantum

"Kita lihat saat ini mal-mal sepi bukan karena Rojali-Rohana, tapi sebetulnya karena gaya hidup belanjanya kita lakukan secara online," ujarnya dalam konferensi pers peluncuran Laporan Riset Ekonomi Digital Indonesia di Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025.

Menurut Piter, perkembangan teknologi telah mengubah pola belanja masyarakat. E-commerce kini menjadi pilihan utama sehingga jumlah kunjungan ke mall menurun.

Meski begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga, hanya saja pergeserannya terjadi dari toko fisik ke platform digital.

Baca Juga: Gen Z Mengubah Wajah Dunia Kerja, Studi Ungkap Karakter Unik dan Tantangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga, yang menyumbang 54,25 persen terhadap PDB, tumbuh 4,97 persen pada kuartal II-2025 secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

Piter juga menyoroti hilangnya antrean panjang di kasir supermarket sebagai tanda pergeseran perilaku belanja.

"Dulu kita belanja di supermarket antre bayarnya, sekarang enggak ada lagi antre. Orang belanja seala kadarnya karena sebagian sudah bisa secara online," jelasnya.

Baca Juga: Liu Jingkang, Pendiri Insta360 yang Jadi Miliarder Rp44 Triliun Usai Cetak Rekor IPO Terbesar STAR Market 2025

Ia menilai perubahan ini bukan hal negatif, justru menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X