Namun, investasi saham juga memiliki risiko, seperti fluktuasi harga pasar, risiko bisnis perusahaan, hingga ketidakpastian pembagian dividen.
Perbedaan mendasar antara kedua instrumen ini terletak pada tingkat keterlibatan investor.
Baca Juga: Diserang Buzzer dan Kampanye Hitam, Deodoran Asal Denmark Putuskan Hengkang dari Pasar Indonesia
Reksa dana bersifat pasif karena seluruh pengelolaan dilakukan manajer investasi, sedangkan saham membutuhkan keterlibatan aktif investor dalam memantau pasar dan mengambil keputusan.
Bagi investor pemula, pemahaman akan karakteristik, potensi, dan risiko dari reksa dana maupun saham sangat penting sebelum menentukan pilihan.
Instrumen yang tepat bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga seberapa siap investor menghadapi tantangan di dunia investasi.***