Diserang Buzzer dan Kampanye Hitam, Deodoran Asal Denmark Putuskan Hengkang dari Pasar Indonesia

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 06:44 WIB
Sebuah produk deodoran asal Denmark resmi angkat kaki dari pasar Indonesia.   (X/@perspirex_id)
Sebuah produk deodoran asal Denmark resmi angkat kaki dari pasar Indonesia. (X/@perspirex_id)

 

Mediapriangan.com - Persaingan tak sehat di industri kecantikan Indonesia kembali memakan korban. Kali ini, sebuah produk deodoran ternama asal Denmark resmi menyatakan mundur dari pasar Tanah Air.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun X mereka, @perspirex_id, pada Senin, 4 Agustus 2025, merek tersebut mengonfirmasi penghentian operasionalnya di Indonesia setelah menghadapi tekanan berat berupa kampanye negatif dan serangan dari buzzer.

“Kami tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan ini,” tulis pihak merek dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Bitcoin Disebut Mirip Emas, Mana Lebih Aman Jadi Safe Haven di Era Digital? Ini Penjelasan Oscar Darmawan!

Dalam keterangan sebelumnya, mereka menjelaskan bahwa awalnya hadir di Indonesia dengan misi membawa solusi antiperspirant yang terbukti efektif serta mendukung kepercayaan diri konsumen.

“Banyak orang merasa lebih percaya diri lewat solusi antiperspirant yang terbukti,” ungkap mereka.

Namun seiring waktu, suasana pasar berubah. Muncul persaingan yang dinilai tidak sehat, di mana beberapa kompetitor mulai melakukan overclaim dan menyebarkan kampanye hitam melalui buzzer untuk menjatuhkan lawan bisnis.

Baca Juga: Bank Nasional dan Daerah Kompak Jamin Dana Nasabah Tetap Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant

“Banyak brand mulai overclaim, beberapa menjatuhkan lewat black campaign. Buzzer digunakan untuk merusak reputasi,” lanjut pernyataan mereka.

Meski sempat berupaya bertahan di tengah tekanan tersebut, merek ini akhirnya menyerah dan memilih untuk menarik diri dari pasar Indonesia.

Keputusan hengkangnya deodoran asal Denmark ini sontak memicu perbincangan hangat di media sosial.

Baca Juga: IFG Ungkap Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Q1 2025, Tekankan Transformasi Sistem Keuangan Terintegrasi

Banyak warganet menyayangkan kepergian produk yang dinilai berkualitas, sementara sebagian lain menyoroti kerasnya iklim kompetisi bisnis yang dianggap merugikan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X