"Saya orang yang dari kecil ditumbuhkan mindset ogah investasi, cicil saja tidak apa-apa yang penting gajinya cukup," terangnya.
"Sementara sekarang saya bertemu dengan teman-teman yang memang dari kecil pembicaraanya tentang investasi di rumahnya, itu terasa sekali bedanya," sambung Derick.
Dalam perjalanannya, Theo Derick mulai memahami bahwa Mindset Investasi menjadi pembeda utama antara kelompok masyarakat. Ia menyebut, pemahaman investasi sejak dini dapat mencegah seseorang masuk dalam lingkaran Sandwich Generation.
"Dari kecil, kata mereka, kita harus mengenal investasi," sebutnya.
Baca Juga: Viral Pedagang Es Kelapa di Gowa Sulsel Daftarkan 24 Kerabat Haji, Total Setoran Capai Rp600 Juta
"Kalau mau berhutang, putarkan bisnis dengan bank saja untuk financing bisnis," sambung Derick.
Theo Derick menegaskan, perbedaan Mindset Investasi tersebut menghasilkan kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda pula. Ia menilai, realitas inilah yang menjelaskan mengapa Sandwich Generation banyak ditemukan di Indonesia.
"Dan itu akan menghasilkan produk yang berbeda. Di negara kita, sering kita melihat dengan jelas perbedaan tersebut," tutur Derick.
"Ada mayoritas, ada minoritas. Itulah sebabnya sandwich generation-nya banyak," tandasnya.***