Baca Juga: Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia Kamis 12 Februari 2026, Rumah Tanpa Cahaya Tayang Perdana
“Tantangannya bukan pada ketersediaan sumber daya. Tantangannya ada pada instrumen, kualitas tata kelola dan strategi pengelolaannya,” terangnya.
Dalam kerangka Indonesia Naik Kelas, hilirisasi dipandang sebagai instrumen untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.
Ketika nilai tambah diciptakan di dalam negeri, pertumbuhan tidak hanya tercermin pada ekspor, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan penguatan ekonomi inklusif di daerah.
"Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan tentang pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif."ujarnya.
Baca Juga: Bobon Santoso Pamit dari YouTube, Jual Akun YouTube Rp20 Miliar dan Beberkan Alasannya
Sebagai contoh konkret, Wadirut MIND ID menyebut pembangunan smelter oleh Grup MIND ID yang dinilai mampu memicu efek berganda di berbagai sektor industri.
“Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.
Melalui diskusi akademik tersebut, gagasan Indonesia Naik Kelas dan penguatan hilirisasi ditegaskan sebagai strategi jangka panjang.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju struktur yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkeadilan.***