bisnis

Pasar Properti Jakarta 2026 Makin Stabil, Aktivitas Korporasi Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Indonesia

Jumat, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB
Pasar Properti Jakarta kian stabil, Aktivitas Korporasi dorong Ekonomi Indonesia tumbuh solid 2026. (Dok. CBRE)

JAKARTA, Mediaprianan.com - Arah Pasar Properti Jakarta memasuki 2026 menunjukkan sinyal konsolidasi yang semakin kuat. Stabilitas Ekonomi Indonesia yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir menjadi fondasi penting, sementara Aktivitas Korporasi yang terus meningkat mendorong optimisme di berbagai lini properti.

Dalam paparan terbaru CBRE Indonesia pada 11 Februari 2026, proyeksi Pasar Properti Jakarta dinilai masih berada dalam jalur pemulihan yang sehat. Dukungan utama datang dari Aktivitas Korporasi yang berkembang, perubahan preferensi penyewa, serta daya tahan Ekonomi Indonesia yang relatif stabil di tengah dinamika global.

Angela Wibawa, Managing Director, CBRE Advisory Indonesia, mengatakan dalam pembukaan Media Briefing pada 11 Februari 2026.

Baca Juga: Hilirisasi Dorong Indonesia Naik Kelas, Wadirut MIND ID Beberkan Strategi Tekan Kemiskinan

“Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh tahun ini. Kami memperkirakan permintaan dari ekspansi korporasi akan mendukung sektor perkantoran dan industri/logistik, sementara pergeseran gaya hidup perkotaan akan mendorong sektor ritel.”

Ia kemudian menambahkan bahwa pertumbuhan pariwisata yaitu kedatangan pengunjung akan membantu meningkatkan tingkat okupansi hotel di Jakarta.

Optimisme terhadap Pasar Properti Jakarta tidak terlepas dari performa Ekonomi Indonesia yang dinilai konsisten. Head of Research and Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menyebut Indonesia mampu menjaga pertumbuhan produk domestik bruto rata-rata sekitar 5 persen dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sejumlah analis memproyeksikan laju serupa masih berpotensi berlanjut hingga 2028.

Menurut Anton, target pertumbuhan 6 hingga 8 persen pada 2029 yang dicanangkan pemerintah mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang Ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Batas Investasi Saham Naik ke 20 Persen, IFG Progress Tekankan Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Stabilitas tersebut menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ekspansi perusahaan multinasional maupun strategi investasi domestik, yang pada akhirnya memperkuat Aktivitas Korporasi dan menopang Pasar Properti Jakarta.

Di Sektor Perkantoran, tren penyerapan ruang menunjukkan perbaikan. Judy Sinurat dan Albert Dwiyanto, Co-Heads of Office Services, memaparkan bahwa kawasan CBD mencatat peningkatan okupansi hingga sekitar 76 persen pada akhir 2025. Perpindahan kantor ke gedung dengan spesifikasi lebih tinggi menjadi salah satu pendorong utama Aktivitas Korporasi di pusat bisnis.

Sementara itu, kawasan non-CBD juga memperlihatkan kenaikan tingkat hunian hingga sekitar 74 persen. Permintaan datang dari perusahaan yang mencari lokasi strategis dengan efisiensi biaya, mencerminkan dinamika Pasar Properti Jakarta yang semakin selektif dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Wadirut MIND ID Dorong Indonesia Naik Kelas, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi

Di sektor Industri dan Logistik, performa Pasar Properti Jakarta semakin ditopang oleh investasi manufaktur, e-commerce, serta FMCG. Ivana Soesilo, Head of Industrial Services, mencatat penyerapan lahan industri mencapai sekitar 218 hektare sepanjang 2025, dengan tingkat okupansi pusat logistik menyentuh 95 persen pada akhir tahun.

Halaman:

Tags

Terkini