JAKARTA, Mediapriangan.com - Ketidakpastian ekonomi dunia menuntut para pelaku industri untuk memiliki sistem logistik yang adaptif dan tangguh.
Menjawab tantangan tersebut, lembaga sertifikasi rantai pasok terkemuka ISCEA Indonesia sukses menyelenggarakan rangkaian pelatihan intensif bertajuk Expert Class Vol XI yang berlangsung pada 22 hingga 25 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini menarik minat 85 peserta dari berbagai latar belakang industri. Menariknya, sebanyak 35 persen partisipan merupakan jajaran manajerial dan level senior, sebuah indikator bahwa manajemen risiko supply chain kini menjadi prioritas utama di level strategis perusahaan.
Baca Juga: ISCEA Indonesia Dorong Sustainability lewat Expert Class Green Procurement dan Green Supply Chain
Fokus utama pelatihan ini adalah membekali para profesional dengan kemampuan teknis untuk membangun ketahanan supply chain global.
Kurikulum pelatihan dibagi ke dalam beberapa tahap krusial. Pada sesi awal, para ahli menekankan pentingnya pemetaan kerentanan di seluruh jaringan pemasok, termasuk pada level multi-tier.
Pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko supply chain dimulai dari kemampuan organisasi dalam menjaga visibilitas operasional guna mendeteksi ancaman sejak dini.
Memasuki hari kedua dan ketiga, pembahasan bergeser pada aspek teknis mitigasi gangguan operasional. Para instruktur memberikan wawasan mengenai keseimbangan antara efisiensi biaya dan ketahanan sistem.
Melalui studi kasus pemulihan krisis, peserta diajak merancang rencana cadangan (contingency plan) yang efektif agar perusahaan tetap mampu beroperasi meski di tengah situasi sulit.
Edukasi yang diberikan dalam Expert Class Vol XI ini bertujuan agar organisasi tidak hanya reaktif, tetapi proaktif dalam menghadapi ketidakpastian.