JAKARTA, Mediapriangan.com - Memasuki usia ke-12 tahun, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang fokus mendampingi segmen ultra mikro di Indonesia.
Kinerja laba BTPN Syariah tetap ditopang oleh kualitas pembiayaan yang sehat, mencerminkan perilaku unggul yang dilakukan oleh nasabah dalam mengelola usaha serta efektivitas pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BTPN Syariah.
Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menjadi indikator tumbuhnya kapasitas dan daya tahan nasabah.
Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan bagi segmen ultra mikro dalam mengembangkan usaha dan menciptakan kehidupan yang lebih berarti bagi keluarga mereka.
Baca Juga: BRI Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, KPR Subsidi Tembus 77.592 Unit
Pendampingan yang dilakukan berfokus dalam membangun empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu atau BDKS), agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
Pada saat yang sama, BTPN Syariah juga membuka ruang pertumbuhan baru pada pengembangan pembiayaan nonkomunitas yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank, seperti pinjaman individu serta pinjaman kepada lembaga nonkeuangan.
Melalui perluasan segmen pembiayaan ini, BTPN Syariah berupaya memperkuat fondasi bisnis, membuka peluang pertumbuhan baru dan berkelanjutan, serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Turun di Stasiun Bandung? Ini 4 Rekomendasi Wisata Kuliner yang Wajib Dicoba
"Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula
pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan, " Ujar, Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad.
Adapun lanjut Fachmy, sepanjang semester pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar. Aset mencapai Rp23 triliun, tumbuh 8% secara YoY, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp11 triliun, tumbuh 9% secara YoY dengan rasio keuangan yang tetap solid, tercermin dari Return on Asset (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7%.
Fachmy menyebut, BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable).
Baca Juga: Indosat Cetak Kinerja Kuat Semester Pertama 2026, Strategi AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru
"Perempuan menjadi target Utama pemberdayaan karena Bank percaya, bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya, " Katanya.
Artikel Terkait
DPC PDI Perjuangan Tasikmalaya Libatkan Santri dalam Refleksi 30 Tahun Kudatuli
Kronologi Prajurit TNI Tewas Ditikam di Tangerang, Berawal dari Antrean Sate Taichan hingga Dikejar Bermotor
Dari Cangkul ke Semi Hotmix, Kekompakan TNI-Polri dan Warga Ubah Jalan Desa di Tasikmalaya
Cuaca Dingin Picu Penyakit Saluran Pernapasan di Tasikmalaya, Dinkes Minta Warga Waspadai Asma dan Alergi
Kejagung Ungkap Chat Lodewyk Pusung dengan Istri Jadi Bukti Elektronik Kasus Korupsi MBG
Rumput Hijau Situgede Jadi Magnet Wisatawan, Area Wisata Situgede Ramai Meski Air Surut