Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi atau IFT bersama Arsari Group. Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun dan menerapkan model bisnis asset-light.
Strategi tersebut memberikan ruang finansial yang lebih fleksibel bagi Indosat untuk mengalokasikan investasi menuju sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Langkah ini sekaligus mendukung agenda transformasi perusahaan dari operator konektivitas menuju perusahaan teknologi berbasis AI.
Perkembangan lain terlihat pada bisnis AI Cloud. Sepanjang semester pertama 2026, AI Cloud Indosat mencatat pendapatan US$33 juta. Nilai tersebut bahkan telah melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang berada di angka US$28 juta.
Pertumbuhan AI Cloud memperlihatkan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur AI yang berdaulat. Bagi Indosat, perkembangan tersebut menjadi peluang untuk menjadikan AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Untuk memperkuat kebutuhan konektivitas di tengah peningkatan penggunaan AI, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Tambahan spektrum tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperbaiki kualitas layanan. Penguatan jaringan juga membuka ruang pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access atau FWA.
Pengembangan teknologi tersebut tetap disandingkan dengan perhatian terhadap kualitas pengalaman pelanggan. Melalui pendekatan Customer Love, Indosat berupaya menghadirkan layanan digital yang lebih personal, cerdas, dan dapat diandalkan.
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Indosat membawa agenda keberlanjutan dalam pengembangan transformasi digitalnya. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi secara cerdas disebut telah menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.
Komitmen tersebut turut tercermin dari masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI untuk periode Juni-November 2026, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indosat juga memperluas kontribusinya terhadap ekosistem AI Indonesia. Perusahaan menjalin kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation.
Kemitraan tersebut salah satunya diarahkan untuk mengembangkan satu juta talenta digital dan 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.***