Mediapriangan.com - Mempersiapkan dana pensiun menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin menikmati masa tua dengan tenang. Tabungan ini bukan hanya penopang keuangan, tetapi juga kunci untuk menjaga kualitas hidup setelah tidak lagi bekerja.
Semakin dini seseorang mulai menabung, semakin besar pula kesempatan mencapai kemandirian finansial di hari tua. Hal ini juga bisa mengurangi ketergantungan pada jaminan sosial sebagai sumber penghasilan utama.
Menurut Andre Small, perencana keuangan dari A Small Investment, setiap orang perlu menyesuaikan strategi tabungan pensiun dengan tujuan hidup masing-masing.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas Mengelola Keuangan Sejak Dini agar Hidup Lebih Terarah dan Stabil
"Bahkan untuk klien muda yang masa pensiunnya masih 35 tahun lagi, saya tetap menekankan apa yang paling mereka hargai dalam hidup, lalu menjadikan itu panduan dalam rencana dan strategi tabungan mereka," ujarnya, dikutip dari Investopedia, Minggu 17 Agustus 2025.
Patokan di Usia 50 Tahun
Laporan Investopedia menyebut, bagi mereka yang sudah memasuki usia 50 tahun, sebaiknya memiliki tabungan pensiun sekitar 3,5 hingga 5,5 kali gaji tahunan. Besaran ini bisa bervariasi, tergantung target usia pensiun yang diinginkan.
"Usia 50-an adalah momen tepat untuk mengevaluasi kembali nilai, tujuan, dan bagaimana hal itu selaras dengan kondisi keuangan saat ini,” kata Small.
Baca Juga: Kebiasaan Boros Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Hindari Agar Tak Terjebak Masalah Serius
Ia menekankan pentingnya memiliki peta jalan finansial yang jelas agar transisi menuju masa pensiun dapat berjalan lebih terarah.
Menyesuaikan dengan Kondisi Keluarga
Kebutuhan tabungan pensiun juga bisa berbeda tergantung kondisi rumah tangga. Status lajang, pasangan dengan satu sumber pendapatan, atau rumah tangga berpenghasilan ganda akan memengaruhi perhitungan.
Small menyarankan, perhitungan sebaiknya dimulai dari pengeluaran saat ini, kemudian dikurangi dengan strategi tabungan yang telah berjalan serta biaya yang tak akan ada di masa pensiun. Setelah itu, tambahkan faktor inflasi sebagai pertimbangan jangka panjang.
Artikel Terkait
Billy Syahputra Ungkap Modus Pencurian Rp1,5 M dari Tabungan Almarhum Olga: Pelaku Diam-Diam Menguras ATM
Farel Prayoga Bongkar Uangnya Pernah Tersisa Rp56 Ribu, Keluarga Sekongkol Beli Kuda Pakai Tabungan ATM Miliknya!
Emas atau Tabungan Bank? Simak Perbandingan Untung Rugi Menyimpan Uang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
7 Kesalahan Finansial yang Sering Menjerat Kelas Menengah, dari Utang Konsumtif hingga Tekanan Gaya Hidup
Bedah Perbedaan Reksa Dana vs Saham, Dari Risiko Hingga Pilihan yang Paling Cocok untuk Investor Pemula
Tiga Prinsip Emas Benjamin Graham yang Bikin Investor Dunia Kaya Raya, Rahasia Buffett Ada di Sini!
Deposito Online Makin Digemari, Begini Keuntungan dan Risikonya yang Wajib Diketahui Sebelum Investasi
Jack’s Gelato Tawarkan Rasa Es Krim dari Lavender hingga Ikan Teri, Jadi Ikon Kuliner Cambridge Sejak 2017
BEI Incar 1.200 Emiten IPO pada 2029, Bidik Lonjakan Valuasi Perusahaan Tercatat hingga Rp20 Ribu Triliun
Liu Jingkang, Pendiri Insta360 yang Jadi Miliarder Rp44 Triliun Usai Cetak Rekor IPO Terbesar STAR Market 2025