Rantai emas, melambangkan sila kedua pada Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai tersebut memiliki mata rantai yang berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkaitan.
Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkaitan tersebut bermakna setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan membutuhkan satu sama lain.
• Pohon Beringin
Pohon Beringin, melambangkan sila ketiga pada Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Pohon Beringin mrtupakan pohon besar dan banyak digunakan orang sebagai tempat berteduh dibawahnya.
Sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, semua rakyat Indonesia dapat berteduh di bawah naungan Negara Indonesia. Pohon beringin yang memiliki sulur dan akar yang menjalar ke segala arah bermakna dengan keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.
• Kepala Banteng
kepala banteng melambangkan sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Kepala banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul.
Seperti halnya musayawarah, di mana orang-orang yang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.
Baca Juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Juni 2023, Siap-siap untuk Libur Panjang
• Padi dan Kapas
Padi dan Kapas, melambangkan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Lambang padi dan kapas merupakan simbol pangan dan sandang yang menyiratkan makna bahwa syarat utama negara yang adil ialah yang bisa mencapai kemakmuran untuk rakyatnya secara merata.
Itulah bunyi dan makna lambang Pancasila, yang harus dilestarikan dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***