Disalatkan di Masjid Istiqlal Sebelum Dimakamkan, Ini Hubungan Ray Sahetapy dengan Istiqlal dan Keislaman Sang Artis

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 4 April 2025 | 10:08 WIB
Ray Sahetapy (kanan) dan anaknya Surya Sahetapy (kiri). (Instagram.com)
Ray Sahetapy (kanan) dan anaknya Surya Sahetapy (kiri). (Instagram.com)

 

Mediapriangan.com - Aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada 1 April 2025. Sebelum dimakamkan, jenazahnya terlebih dahulu disalatkan di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Keputusan untuk menyelenggarakan salat jenazah di Masjid Istiqlal bukan sekadar pilihan, tetapi memiliki makna mendalam dalam perjalanan hidup sang aktor.

Ray Sahetapy pertama kali mengenal Islam secara mendalam pada tahun 1982, saat ia memutuskan untuk menjadi mualaf

Baca Juga: Tissa Biani Kenang Ray Sahetapy, Bagikan Video Lawas Bermain Gitar Lagu Hey Jude The Beatles pada 2021

Prosesi masuk Islam tersebut dilakukan di Masjid Istiqlal, yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara.

Anaknya, Raya Sahetapy, mengungkapkan bahwa keislaman sang ayah berawal dari peristiwa di Istiqlal sebelum menikahi ibunya, aktris Dewi Yull.

"Sebenarnya baru dapat info dari ibu (Dewi Yull), bahwa ayah itu mualaf pada 1982 sebelum nikah sama ibu. Dan kebetulan banget dimualafkan di Istiqlal,” ujar Raya di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Kamis 3 April 2025.

Baca Juga: Ray Sahetapy Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jumat, Jenazah Menunggu Kepulangan Anaknya dari Amerika Serikat

“Ya alhamdulillah, bisa di Istiqlal dan masuk Islam di Istiqlal kemudian ditutup juga di Istiqlal, alhamdulillah," tambahnya.

Keputusan keluarga untuk menggelar salat jenazah Ray di Istiqlal merupakan simbol penutupan perjalanan spiritualnya di tempat yang sama di mana ia memulai langkah barunya dalam Islam.

Masjid Istiqlal bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga memiliki sejarah panjang sebagai simbol kebebasan dan persatuan.

Baca Juga: Ray Sahetapy Meninggal Dunia di Usia 68, Hampir 2 Tahun Berjuang Melawan Stroke dan Tinggal Bersama Anaknya

Istiqlal, yang berarti “kemerdekaan” dalam bahasa Arab, didirikan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dan menjadi lambang toleransi beragama di tanah air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X