Dedi Mulyadi Tanggapi Julukan ‘Mulyono Jilid 2’, Akui Tak Masalah Disamakan dengan Jokowi yang Sama-Sama Blusukan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:28 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang memiliki nama kecil, Mulyono (kanan).  (Instagram.com / @dedimulyadi - @jokowi)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang memiliki nama kecil, Mulyono (kanan). (Instagram.com / @dedimulyadi - @jokowi)

 

Mediapriangan.com - Julukan ‘Mulyono Jilid 2’ yang disematkan warganet kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, rupanya tidak membuatnya risih.

Sebaliknya, Dedi Mulyadi menanggapinya dengan santai dan bahkan menyebut bahwa di era digital saat ini, media sosial seperti YouTube dan TikTok menjadi alat komunikasi yang paling efektif untuk menjangkau masyarakat.

Sebutan tersebut muncul karena gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai mirip dengan Presiden Joko Widodo, terutama dalam hal kedekatan dengan warga melalui blusukan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Turut Konvoi Juara Persib, Sebut Maung Bandung Layak Menjadi Raja Sepak Bola Asia di Masa Mendatang

Seperti diketahui, Mulyono adalah nama kecil Presiden Jokowi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat dunia maya.

Dedi Mulyadi membahas fenomena ini dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube Lembur Pakuan Channel pada Minggu, 25 Mei 2025.

Dedi menyampaikan pandangannya mengenai pengaruh besar media sosial saat ini terhadap citra publik seorang tokoh.

Baca Juga: Direspons Cuek Dedi Mulyadi soal Julukan 'Gubernur Lambe Turah' dari Anggota DPR, Ini Pernyataan Tegasnya

"Marketing yang terbaik hari ini adalah YouTube dan TikTok," ujar Dedi.

Menurutnya, platform digital kini jauh lebih ampuh dalam menyampaikan pesan dan membentuk hubungan dengan masyarakat dibandingkan media konvensional.

"Enggak ada yang bisa menyaingi hari ini, mau pakai media apa, Pak? Penontonnya sudah enggak ada," sambungnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tak Ambil Pusing Disebut Gubernur Konten: Daripada Molor dan Hamburkan Anggaran, Mending Ngonten!

Dedi juga menilai bahwa tokoh-tokoh publik yang dikenal luas dan digemari biasanya hadir secara aktif dan konsisten di media sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X