Dedi Mulyadi Bongkar Keluhan Orang Tua Soal Study Tour Rp4 Juta, Banyak yang Terpaksa Pinjam Uang ke Bank Emok

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 4 Agustus 2025 | 17:34 WIB
Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membagikan cerita orang tua siswa tentang study tour.  (Instagram/dedimulyadi71)
Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membagikan cerita orang tua siswa tentang study tour. (Instagram/dedimulyadi71)

 

Mediapriangan.com - Kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menuai sorotan publik.

Pria yang akrab disapa KDM itu mengungkapkan alasan di balik keputusannya, salah satunya berasal dari curahan hati para orang tua siswa yang merasa terbebani secara finansial.

Dalam sebuah perbincangan di podcast bersama Deddy Corbuzier yang diunggah pada Senin, 4 Agustus 2025, KDM menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid yang mengeluhkan biaya study tour anaknya yang mencapai jutaan rupiah.

Baca Juga: Tolak Study Tour Sekolah, Dedi Mulyadi Beberkan Alasannya dan Usul Strategi Jitu Dongkrak Wisata Daerah

“Banyak orang yang hari ini bertemu saya, pasti ceritanya ‘Kenapa ibu kelihatan sangat susah, kenapa sedih ketemu saya,’” ujar KDM.

Ia kemudian menirukan keluhan orang tua yang mengatakan harus membayar Rp2,5 juta untuk ongkos dan Rp1,5 juta untuk bekal, sehingga totalnya mencapai Rp4 juta.

“‘Anak saya itu harus study tour, ongkosnya Rp2,5 juta terus nanti bekal Rp1,5 juta, total Rp4 juta,’” imbuhnya.

“Gede lho itu,” sambungnya.

Baca Juga: Tak Goyah Meski Dikepung Demo, Dedi Mulyadi Sebut Study Tour Itu Piknik, Saya Bela Orang Tua, Bukan Bisnis Wisata!

Yang lebih memprihatinkan, lanjut KDM, banyak orang tua yang akhirnya terpaksa meminjam uang ke Bank Emok, yang menurutnya adalah lembaga rentenir ilegal yang kerap beroperasi di desa-desa.

“Bank Emok itu adalah bank yang ada di desa, rentenir, terorganisir dengan baik, terkelola dengan baik, tidak (legal) tapi berkeliaran bebas,” jelasnya.

KDM menilai bahwa study tour yang dijalankan sekolah sering kali tidak memiliki unsur pendidikan yang kuat. Alih-alih pembelajaran, kegiatan itu justru lebih menyerupai wisata biasa.

Baca Juga: Anaknya Kecelakaan Saat Jadi Tour Guide di Karimunjawa, Hengky Kurniawan Sebut Jadi Pelajaran dan Lebih Hati-hati

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X