Laga Epik di Kampung Terisolasi, Misi Penyelamatan Livi Ciananta dalam Film Ikatan Darah

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Kamis, 30 April 2026 | 09:23 WIB
Simak aksi heroik Livi Ciananta dalam film Ikatan Darah, kisah pelarian maut kakak beradik dari kejaran gangster Primbon yang tayang mulai hari ini, Kamis, 30 April 2026. (Dok. Cinema21)
Simak aksi heroik Livi Ciananta dalam film Ikatan Darah, kisah pelarian maut kakak beradik dari kejaran gangster Primbon yang tayang mulai hari ini, Kamis, 30 April 2026. (Dok. Cinema21)

ENTERTAINMENT, Mediapriangan.com - Sebuah pemukiman padat berubah menjadi arena hidup dan mati. Tanpa jalan keluar dan dikepung dari segala penjuru, perjuangan untuk bertahan hidup menjadi inti dari film berjudul Ikatan Darah.

Ikatan Darah adalah film laga Indonesia terbaru karya sutradara Sidharta Tata yang resmi menghentak layar lebar di Tanah Air mulai hari ini, 30 April 2026.

Berbeda dengan film aksi pada umumnya, cerita ini menempatkan seorang perempuan sebagai pelindung utama.

Livi Ciananta berperan sebagai Mega, seorang mantan atlet Pencak Silat yang kini menjalani hidup sederhana sebagai pramusaji.

Namun, ketenangannya terusik saat ia harus terseret ke dalam dunia gelap demi melindungi sang kakak.

Baca Juga: Tiga Film Indonesia Lintas Genre Resmi Tayang Perdana Hari Ini, 30 April 2026

Terjebak dalam Kepungan Maut

Alur cerita ketika Bilal, yang diperankan oleh Derby Romero, terjebak dalam masalah besar.

Akibat jeratan hutang dan sebuah insiden pembunuhan yang tidak disengaja, ia menjadi target utama gangster Primbon.

Situasi semakin genting saat pelarian mereka membawa keduanya ke sebuah kampung yang telah disabotase.

Baca Juga: Teror Lee Cronins The Mummy Tayang Perdana Hari Ini, Sinopsis Sajikan Reuni Keluarga yang Berubah Jadi Petaka

Di bawah kendali Primbon yang diperankan secara dingin oleh T. Rifnu Wikana, seluruh akses keluar masuk kampung ditutup total.

Para preman bersenjata menutup setiap celah, memaksa kakak beradik ini menggunakan segala cara untuk tetap bernapas.

Di sinilah koreografi bela diri yang intens menjadi sajian utama, memperlihatkan transisi Mega dari seorang pramusaji kembali menjadi petarung yang mematikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X