entertainment

Ustaz Abdul Somad Ikut Nimbrung soal Dugaan Settingan Hilangnya Rendang di Palembang, Memang Rendang Konspirasi?

Selasa, 1 April 2025 | 19:02 WIB
Ustaz Abdul Somad tanggapi kasus Willie Salim yang kehilangan rendang di Palembang. (Instagram.com/ustadzabdulsomad_official)

Mediapriangan.com - Kisah tentang rendang buatan Willie Salim yang hilang secara misterius di Palembang menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial.

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana bisa makanan khas Minang yang disiapkan dalam jumlah besar itu tiba-tiba menghilang.

Fenomena ini semakin menarik perhatian publik setelah berbagai spekulasi muncul mengenai kejanggalan di balik kejadian tersebut.

Baca Juga: Willie Salim Kena Mental? Dokter Richard Lee Buktikan Warga Palembang Tertib Masak 300 Kg Rendang!

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh pun ikut angkat bicara, termasuk Ustadz Abdul Somad.

Dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube Mang Dayat, Ustadz Abdul Somad mengomentari peristiwa ini dengan pendekatan logis dan humoris.

Ia menilai bahwa kasus ini harus dikaji dengan akal sehat serta ilmu memasak.

Menurutnya, keanehan hilangnya rendang bisa ditelusuri dari metode pengolahannya.

Baca Juga: Dokter Richard Lee Bantah Willie Salim, Tunjukkan Warga Palembang Tetap Tertib Saat Masak 300 Kg Rendang

Ia mempertanyakan apakah rendang tersebut benar-benar dimasak dengan teknik yang tepat atau tidak.

"Ada orang nonmuslim datang ke Palembang, tiba-tiba pulang rendangnya hilang. Kepala orangnya enggak hilang, paling-paling rendangnya saja yang hilang," ucap Ustadz Abdul Somad santai dikutip pada Minggu, 30 Maret 2025.

Ia juga menambahkan bahwa jika rendang dimasak dengan niat tulus dan teknik yang benar, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi.

Baca Juga: Influencer Palembang Gelar Makan Bersama 1 Ton Rendang Libatkan Masyarakat sebagai Tandingan Konten Viral Willie Salim

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa memasak rendang tidak bisa dilakukan sembarangan.

Halaman:

Tags

Terkini