“Pertama kali saya menjadi seorang muslim, keinginan yang saya ucap pertama kali itu adalah menyempurnakan shalat saya, udah itu aja,” tambah Ruben dengan tulus.
Baginya, urusan kehidupan lainnya adalah hak penuh Tuhan. Ia percaya, segala kebahagiaan dan air mata dalam hidupnya telah ditentukan oleh-Nya.
“Kapan saya bisa bahagia, kapan saya netesin air mata, Allah itu udah pasti yang paling tahu,” tutup Ruben.***