gaya-hidup

Bahaya Tersembunyi Stres Saat Hamil, Bisa Ganggu Perkembangan Otak Janin, Ini Penjelasan Ahli!

Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:57 WIB
Ilustrasi buah hati yang lahir dalam kondisi sehat dan bahagia. (Unsplash.com/@ColinMaynard)

Mediapriangan.com - Stres ternyata bukan hanya berdampak pada kondisi psikologis ibu hamil, namun juga bisa membawa pengaruh serius terhadap janin, khususnya perkembangan otaknya.

Meskipun ibu hamil umumnya menjaga asupan makanan dan menghindari zat berbahaya, satu hal penting yang kerap terlupakan adalah menjaga kondisi mental agar terhindar dari stres berat.

Dalam ulasan di Psychology Today pada Rabu, 6 Agustus 2025, dokter dan penulis buku Explorations of the Mind, Thomas R. Verny, M.D., menjelaskan bahwa stres bukan sekadar tekanan emosional biasa, melainkan kondisi fisiologis yang berdampak langsung pada janin.

Baca Juga: Viral Metode Diet Jalan Kaki 6-6-6, Wanita Ini Sukses Turunkan BB 38 Kg Tanpa Suntik Lemak atau Operasi

“Stres dapat diartikan sebagai tuntutan internal dan eksternal yang memerlukan penyesuaian. Stres menjadi berbahaya ketika mekanisme adaptasi tubuh gagal,” jelas Verny.

Saat tubuh mengalami stres, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon adrenalin dan noradrenalin yang memicu respons ‘fight or flight’. Reaksi ini akan meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, dan kadar gula darah.

Masalahnya, aliran darah dalam tubuh ibu akan cenderung mengalir ke otot besar, bukan ke organ dalam seperti rahim, yang seharusnya menjadi saluran nutrisi dan oksigen bagi janin.

Baca Juga: Reed Diffuser vs Mist Diffuser, Mana yang Lebih Harum, Estetik, dan Efisien Jadi Pengharum Ruangan Favorit?

"Pada ibu hamil, kondisi ini berarti janin akan menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi,” lanjutnya.

Jika stres terjadi hanya sesaat, tubuh biasanya mampu memulihkan diri. Namun, ketika stres berlangsung lama—misalnya akibat masalah pekerjaan, ekonomi, atau tekanan sebagai orang tua tunggal, tubuh akan terus memproduksi hormon stres seperti kortisol.

“Tubuh ibu akan terendam hormon stres dalam waktu lama, dan janin ikut terkena dampaknya,” ujar Verny.

Baca Juga: 2 Lip Cream Multifungsi yang Bisa Dipakai Jadi Eyeshadow, Bikin Makeup Sat-set dan Tampil Lebih Standout!

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, apalagi bagi perkembangan otak janin yang sangat sensitif terhadap keseimbangan hormonal.

Menurut Verny, saat otak janin berkembang, sel-sel saraf harus bermigrasi ke tempat yang tepat sesuai petunjuk genetik. Namun, kadar kortisol yang tinggi bisa mengacaukan jalur migrasi tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini