"Jika kortisol terlalu tinggi, jalur migrasi sel otak bisa salah arah dan koneksi menjadi tidak normal," tegasnya.
Situasi ini berpotensi memicu gangguan neurologis dan tumbuh kembang anak di masa depan. Karena itu, menjaga kesehatan mental selama kehamilan tak kalah penting dibandingkan menjaga asupan fisik.
Para ahli sepakat bahwa dukungan emosional, lingkungan yang positif, serta pemahaman dari keluarga dan pasangan, sangat dibutuhkan agar ibu hamil terhindar dari stres berat.
Masa kehamilan yang sehat dan bebas tekanan emosional bukan hanya demi kenyamanan sang ibu, tetapi juga menjadi pondasi penting bagi kualitas hidup anak di kemudian hari.***