SMA tipe ini, bayi mengalami kesulitan menelan dan mengisap. Mereka juga tidak bisa mengangkat kepala atau duduk seperti bayi pada umumnya.
Selain itu, bayi menjadi lebih rentan terhadap penyakit lainnya akibat otot terus melemah seperti infeksi pernapasan dan paru-paru yang kolaps (pneumotoraks).
Baca Juga: Jadwal Liga Champions 6-8 September 2022, Big Match PSG vs Juventus, Inter Milan vs Bayern Munchen
Tipe 2 (menengah): Disebut juga penyakit Dubowitz yang muncul pada anak berusia antara enam hingga 18 bulan.
Anak-anak pengidap SMA tipe 2 mungkin bisa duduk tapi tidak dapat berjalan. Sebagian besar anak dengan SMA tipe 2 hidup sampai dewasa.
Baca Juga: Genjot Produksi Budidaya Udang Vaname di Jabar, DPRD: Optimalkan Kawasan Pertambakan
Tipe 3 (ringan): Disebut juga Kugelbert-Welander yang muncul setelah 18 bulan pertama kehidupan seorang anak.
Beberapa orang dengan tipe 3 tidak memiliki tanda-tanda penyakit sampai dewasa awal.
Gejala yang dialami oleh penderita tipe 3 ini adalah otot melemah, kesulitan berjalan dan sering mengalami infeksi pernapasan.
Seiring waktu, gejala dapat memengaruhi kemampuan berdiri apalagi berjalan. SMA tipe 3 tidak secara signifikan memperpendek harapan hidup.
Baca Juga: 9 Manfaat Daun Kelor, Tanaman yang Dijuluki Super Food
Tipe 4 (dewasa): Biasanya pengidap SMA yang berada di tahap ini tetap menjalani kehidupan seperti biasa.
Hal itu disebabkan, gejala baru muncul perlahan di pertengahan usia 30-an atau terhadap orang dewasa.
Baca Juga: Daun Mangkokan Di Pekarangan Rumah, Ternyata Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan. Simak Untuk Apa Saja
Gejala Spinal Muscular Atrophy