Kluivert juga mengungkap pengaruh besar dua legenda Belanda: Johan Cruyff dan Louis van Gaal.
Dari Cruyff, ia mengadopsi filosofi "possession ball" yang menekankan pentingnya penguasaan bola untuk mencetak gol. Sementara dari Van Gaal, ia mempelajari penerapan strategi pragmatis yang menyesuaikan lawan.
"Kata Cruyff, Anda tidak bisa mencetak gol tanpa bola. Filosofi ini akan kami terapkan untuk menciptakan permainan efektif," tegasnya.
Misi Besar Bersama Garuda
Kluivert menutup dengan harapan besar membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di pentas dunia.
Filosofi permainan menyerang dan dinamis yang dibawanya diharapkan dapat menginspirasi para pemain Garuda untuk tampil optimal.
Akankah filosofi permainan ala Belanda ini mampu membawa Timnas Indonesia menembus Kualifikasi Piala Dunia 2026? Kita tunggu langkah besar Patrick Kluivert bersama Garuda.***
Artikel Terkait
Patrick Kluivert Dari Belanda Digadang Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini 3 Perbandingan Kariernya dengan Shin Tae-yong
Fabrizio Romano Ungkap Kode Erick Thohir soal Pengganti STY di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Disebut, Kesepakatan Tercapai?
3 Fakta Unik Karier Patrick Kluivert, Calon Pelatih Timnas Indonesia, Dari Legenda FC Barcelona hingga Pengalaman Eropa
Media Vietnam Soroti Kedatangan Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia dan Pro Kontra Pemecatan Shin Tae-yong
3 Faktor Utama Patrick Kluivert Mantap Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Antusiasme Tinggi Suporter!
Patrick Kluivert Resmi Diperkenalkan PSSI, Siap Lanjutkan Tren Positif STY dan Rancang Program untuk Timnas Indonesia