Sebagai konsekuensi dari pemutusan kontrak ini, PSSI diharuskan untuk membayar kompensasi sebesar Rp88 miliar kepada Shin Tae Yong.
Jumlah ini merupakan sisa kontrak yang masih berlangsung selama dua tahun, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada April 2024.
Shin Tae Yong pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia pada tahun 2020, setelah direkrut oleh Ketua PSSI saat itu, Mohammad Iriawan.
Dengan gaji awal sekitar Rp1,15 miliar per bulan, Shin Tae Yong diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam sepak bola Indonesia.
Hasilnya, Timnas Indonesia berhasil berkompetisi di ajang-ajang bergengsi seperti Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berkat prestasinya yang konsisten, Erick Thohir kemudian memperpanjang kontraknya hingga 2027, dengan kenaikan gaji menjadi Rp2 miliar per bulan.
Namun, meskipun telah mendapatkan perpanjangan kontrak, keputusan pemecatan akhirnya diambil oleh PSSI.
Dengan pemutusan kontrak ini, PSSI harus menanggung konsekuensi finansial yang cukup besar, yaitu sebesar Rp88 miliar untuk kompensasi yang harus dibayar kepada Shin Tae Yong.***
Artikel Terkait
7 Pemain Ini Kembali Dipanggil STY? Inilah Sederet Pemain Timnas Indonesia Senior yang Bakal Tampil di Piala AFF 2024
3 Prestasi Timnas Indonesia di Bawah STY, Dari Piala Asia U-23 hingga Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026!
5 Fakta Performa Fisik Pemain Timnas Indonesia yang Meningkat, Kecerdikan Pelatih Shin Sang Gyu Sesuaikan Taktik STY
Patrick Kluivert Dari Belanda Digadang Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini 3 Perbandingan Kariernya dengan Shin Tae-yong
Fabrizio Romano Ungkap Kode Erick Thohir soal Pengganti STY di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Disebut, Kesepakatan Tercapai?
3 Fakta Unik Karier Patrick Kluivert, Calon Pelatih Timnas Indonesia, Dari Legenda FC Barcelona hingga Pengalaman Eropa