4 Pelajaran Penting dari Perjalanan STY di Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Panduan Kluivert Hadapi Tekanan Warganet!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 13 Januari 2025 | 10:58 WIB
Potret pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.   (Instagram.com/@timnasindonesia)
Potret pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Instagram.com/@timnasindonesia)

Legenda sepak bola di Belanda itu pun menilai tekanan itu harus diiringi dengan dukungan fans Timnas Indonesia yang bersatu demi kepentingan bersama.

"Saya bisa melihat bagaimana mereka (penggemar Garuda) ingin mencapai tujuan (Piala Dunia 2026) itu," terang Kluivert.

Baca Juga: Mengupas Peran Strategis Alex Pastoor di Timnas Garuda, Sentuhan Taktik Khas Belanda Demi Lolos ke Piala Dunia 2026

"Oleh karena itu, semua orang harus mendukung tim hingga kami bisa meraih itu dan semua orang senang. Hal itu yang paling penting," tandasnya.

Berkaca dari hal tersebut, terdapat pengakuan khusus yang diungkap oleh anak dari STY, Shin Jae-won dengan membeberkan hal-hal yang dirasakan sang ayah ketika berkarier bersama Timnas Indonesia selama 5 tahun, atau tepatnya pada periode 2019-2025.

Berikut ini tekanan-tekanan yang dihadapi STY selama menjadi juru taktik Garuda hingga kini memutuskan untuk beristirahat sejenak di Korsel, sebagaimana yang diungkap Shin Jae-won lewat akun Instagram @shin_jaewon77, pada Rabu, 8 Januari 2025.

Baca Juga: 3 Faktor Utama Patrick Kluivert Mantap Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Antusiasme Tinggi Suporter!

Selalu Memikirkan Performa Garuda Agar Lebih Baik

Shin Jae-won mengaku sangat sedih saat mendengar kabar pemecatan PSSI terhadap sang ayah, STY.

Anak dari pelatih asal Korsel itu mengaku bisa merasakan kerja keras STY dalam memikirkan performa Garuda agar lebih baik di ajang Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.

Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan STY, membuat sang pelatih berusia 54 tahun itu harus menyimpan tongkat estafet kepemimpinannya kepada pelatih baru, Kluivert.

Baca Juga: Pelatih Jang So-yeon Bawa AI Pepper Catatkan Tiga Kemenangan Beruntun Pertama dalam Sejarah Liga Voli Putri Korea

"Sangat sedih mendengar ayah saya harus pergi dari Timnas Indonesia. Saya bisa merasakan seberapa besar dia mencintai dan peduli terhadap Indonesia," tutur Shin Jae-won.

"Dia (STY) selalu berpikir tentang bagaimana tim bisa tampil lebih baik dan bagaimana membuat fans Indonesia senang," tegasnya.

Terus Memacu Diri dan Tidak Terlena dengan Kemenangan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X