"Kami akan cek ke atlet yang bersangkutan [Jonatan Christie], dan tentunya apabila memang ada kesalahan, kami akan bertanggung jawab dengan mengganti medali tersebut. Kami akan evaluasi dan cek kembali," ujar Armand saat dihubungi pada Senin, 27 Januari 2025.
Armand juga menjelaskan bahwa semua medali yang diberikan kepada para juara sudah melalui proses quality check (QC) sebelum diserahkan.
"Pada saat membuat medali tersebut, kita sudah melalui tahapan QC dari tim kami kepada vendor, dan hasilnya baik," tambahnya.
Reaksi Media Sosial
Kondisi medali Jonatan Christie yang rusak memicu perbincangan di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).
Banyak pengguna yang menyayangkan kualitas medali yang diberikan dalam turnamen sebesar Indonesia Masters, mengingat ini merupakan salah satu ajang bergengsi bulu tangkis internasional.
Beberapa netizen juga menyuarakan dukungan kepada Jonatan dan berharap panitia segera menyelesaikan masalah tersebut.
“Dengan level turnamen seperti ini, harusnya medali yang diberikan punya kualitas tinggi. Kasihan Jonatan,” tulis salah satu pengguna X.
Indonesia Tanpa Gelar di Rumah Sendiri
Selain Jonatan Christie, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga berhasil mencapai babak final.
Sayangnya, mereka juga gagal meraih gelar setelah dikalahkan oleh pasangan Malaysia.
Dengan demikian, Indonesia gagal membawa pulang gelar juara dalam turnamen yang digelar di kandang sendiri.
Artikel Terkait
Red Sparks Lagi On Fire! Kalahkan AI Peppers, Lanjutkan 13 Kemenangan Beruntun, Cek Update Klasemen Liga Voli Korea
Tumbangkan AI Peppers 3-1, Red Sparks Lanjutkan 13 Kemenangan Beruntun! Mega Day Pecah, Megawati Jadi MVP!
Coach Shin Tae-yong Nangis Tinggalkan Indonesia, Perpisahan Bareng Fans Garuda Bikin Haru, Media Korsel Ikut Sorot!
STY Pamit ke Korsel, Fans Garuda Pecah di Bandara, Media Korsel Sindir PSSI, Tega Banget Nggak Kasih Kenang-kenangan?
4 Pesan Shin Tae-yong Sebelum Pulang ke Korea Selatan, Salah Satunya Bikin Pemain Timnas Indonesia Jangan Baper
5 Tahun Latih Garuda, STY Jadi Bagian Era Pelatih Asing Indonesia yang Kini Disegani di ASEAN, Lalu Apa Kabar Kluivert?