Dedi Mulyadi menekankan bahwa kesuksesan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalankan secara profesional.
"Kemenangan atau juara yang keempat kali bukanlah ujug-ujug (tiba-tiba), tetapi lahir dari pengelolaan manajerial yang sangat baik kemudian dukungan publik yang sangat luas," ungkap Dedi.
Menurutnya, konsistensi dalam membangun tim serta peran suporter menjadi faktor penting yang mengantar Persib kembali berjaya di level nasional.
"Sehingga keberadaan Persib memberikan sumbangsih tersendiri bagi persepakbolaan Indonesia," tutupnya.
Momen ini menandai babak baru kebanggaan warga Jawa Barat terhadap klub sepak bola yang telah menjadi ikon daerah.***
Artikel Terkait
32 Nama Dipanggil Kluivert! Lilipaly dan Asnawi Kembali, Reza Arya Jadi Kiper Baru Timnas Lawan China dan Jepang
Simon Tahamata Resmi Gabung PSSI Jadi Kepala Pemandu Bakat, Siap Buru Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia
Profil dan Perjalanan Karier Simon Tahamata, Eks Ajax Keturunan Maluku yang Kini Jadi Kepala Pemandu Bakat PSSI
Thom Haye Tegaskan Duel Lawan China Bukan Balas Dendam, Waktunya Timnas Indonesia Tunjukkan Kualitas Sebenarnya!
3 Fakta Menarik Simon Tahamata, Pemandu Bakat Baru Timnas Indonesia, Ternyata Legenda Tim Oranje Keturunan Maluku
Persib Juara Liga 1, Maruarar Sirait Umumkan Piala Presiden Akan Digelar di Bandung dan Suntik Investasi Rp100 Miliar
Dominasi PSG Dinilai Bikin Ligue 1 Kurang Greget, FFF Bahas Format Final Four Demi Kompetisi yang Lebih Seru
Setelah Raih Ligue 1 dan Coupe de France, PSG Hanya Selangkah Lagi Ukir Treble Winner Sejarah di Final Liga Champions