olahraga

Daya Saing Anjlok, Pelatih Tim Nasional Voli Putri Korea Usul Batasi Pemain Kuota Asia Seperti Megawati di V League

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:47 WIB
Demi mendongkrak daya saing internasional, pelatih tim nasional Korea Cha Sang Hyun desak pembatasan pemain kuota Asia dan asing di kompetisi divisi putri V League. (Dok, Yonhapnews)

KOREA, Mediapriangan.com - Kemerosotan prestasi bola voli putri Korea Selatan di kancah internasional memicu lahirnya usulan kebijakan yang cukup ekstrem.

Berada di peringkat ke-40 dunia serta tercecer di urutan ke-7 untuk tingkat Asia di bawah negara-negara seperti Vietnam, Kazakhstan, dan Taiwan menjadi alarm keras yang mendesak perubahan regulasi kompetisi domestik secara radikal.

Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak langsung dari minimnya kesempatan bagi para pemain lokal untuk berkembang di kompetisi dalam negeri.

Dominasi pemain asing dalam skema penyerangan klub dituding menjadi akar masalah dari penurunan peringkat voli putri dunia yang dialami oleh Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Tolak Pindah Klub, Setter Kim Da In Kontrak Tertinggi Divisi Putri Siap Pimpin Era Baru Bersama Megawati

Pelatih tim nasional voli putri Cha Sang Hyun, menyoroti kebijakan yang memperbolehkan setiap klub diperkuat oleh pilar asing dan pemain kuota Asia pada posisi penyerang utama.

Fenomena ini membuat deretan pemain bintang luar, termasuk pemain kuota Asia Megawati Hangestri, kerap menjadi tumpuan utama klub dalam mendulang poin sekaligus menggeser peran pemain lokal di lapangan.

“Pada tahun-tahun ketika Olimpiade dan Asian Games diadakan, KOVO harus mempertimbangkan langkah untuk melarang semua tim menggunakan pemain asing dan pemain kuota Asia mulai dari putaran keempat Divisi V-League Wanita, yang totalnya enam run,” usul Cha Sang Hyun demi menyelamatkan daya saing internasional skuad asuhannya.

Baca Juga: Sahabat Jadi Lawan di V League! Pyo Seung Ju Batal Pensiun Saat Megawati Hangestri Resmi Membela Hyundai Hillstate

Juru taktik berusia 52 tahun tersebut menambahkan bahwa aturan pembatasan ini sangat penting agar para pemain lokal tidak sekadar menjadi pelapis di klub sendiri.

Jika dibiarkan, lini serang tim nasional akan terus melemah karena kurangnya jam terbang di kompetisi kasta tertinggi divisi putri V League.

“Sepertiga pemain tim nasional tidak dapat bermain sebagai starter di klub mereka karena tersingkir oleh pemain asing dan pemain kuota Asia. Perubahan institusional harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan mereka,” papar Cha Sang Hyun membeberkan realitas pahit yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Ini Efek Instan Megawati Hangestri Usai Gabung Klub Raksasa Korea Hyundai Hillstate

Menurut pandangannya, ketiadaan pemain asing di paruh akhir musim kompetisi akan memaksa para atlet lokal memikul tanggung jawab besar sebagai pendulang poin pada posisi penyerang utama.

Halaman:

Tags

Terkini