Rupert menilai persoalan biaya tersebut dapat berdampak terhadap umur ekonomis mobil listrik. Menurut dia, sejumlah komponen kendaraan memang dirancang untuk memiliki masa pakai panjang, tetapi persoalan baterai dapat mengubah perhitungan ketika kendaraan sudah memasuki usia tua.
Bosch sendiri melihat perbaikan baterai sebagai salah satu bagian penting dari perkembangan layanan purnajual kendaraan listrik.
"Sebenarnya saya pribadi sangat percaya pada perbaikan baterai," ujarnya.
Kondisi Baterai Tidak Selalu Berarti Harus Diganti
Meski usia kendaraan bertambah, kondisi baterai tidak otomatis mengalami penurunan hingga tidak dapat digunakan. Automobilwoche menyoroti bahwa baterai mobil listrik masih dapat memiliki kondisi yang baik setelah kendaraan menempuh jarak ratusan ribu kilometer.
Namun, kapasitas baterai yang masih tinggi juga tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari kerusakan.
Salah satu masalah yang dapat terjadi adalah kerusakan pada modul tertentu. Dalam kondisi seperti ini, keseluruhan baterai belum tentu harus diganti. Kemampuan melakukan diagnosis dan memperbaiki bagian yang bermasalah menjadi penting untuk menekan biaya.
Karena itu, biaya perbaikan baterai menjadi salah satu persoalan utama yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan mobil listrik yang sudah berumur.
Solusi Agar Biaya Perbaikan Tidak Membengkak
Upaya menekan biaya perbaikan dapat dilakukan melalui sistem servis yang lebih terbuka dan mendukung perbaikan komponen secara modular.
Salah satu gagasan yang muncul adalah pabrikan memberikan akses terhadap perangkat lunak diagnostik kepada bengkel, sehingga pemeriksaan kerusakan baterai dapat dilakukan secara lebih luas.
Selain itu, penggunaan komponen modular dengan standar yang lebih seragam juga dinilai dapat membantu bengkel memperbaiki bagian yang rusak tanpa harus mengganti keseluruhan sistem baterai.
Baca Juga: Mau Mudik Naik Bus Tapi Motor Tetap Sampai Kampung? Simak Program Honda 2026