Kondisi ini semakin terasa ketika AC mobil digunakan saat siang hari atau ketika kendaraan terjebak kemacetan. Suzuki menyebut extra fan berperan vital dalam membantu pembuangan panas kondensor ketika mobil berhenti.
Baca Juga: Cek Harga Motor Sport 150cc Terbaru Oktober 2026, Honda, Yamaha dan Suzuki Punya Pilihan Menarik
Filter Kabin Tersumbat
Filter kabin menjadi bagian lain yang kerap luput diperiksa. Komponen ini menyaring debu dan partikel sebelum udara dialirkan menuju sistem pendingin.
Ketika filter kabin terlalu kotor, aliran udara dapat berkurang. Dampaknya, hembusan AC mobil terasa lebih lemah meskipun sistem pendingin masih bekerja.
Suzuki menjelaskan bahwa filter AC berperan dalam menjaga sirkulasi udara sebelum masuk ke bagian evaporator. Karena itu, kondisinya perlu diperiksa dan diganti sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Jangan Tunggu Mogok, Ini 5 Tanda CVT Motor Matic Bermasalah yang Wajib Dicek Sebelum Terlambat
Refrigeran Berkurang karena Kebocoran
Refrigeran atau yang umum disebut freon tidak seharusnya berkurang begitu saja karena sistem AC bekerja dalam jalur tertutup. Jika tekanannya terlalu rendah, salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa adalah adanya kebocoran.
Suzuki menjelaskan bahwa tekanan refrigeran yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mengindikasikan persoalan pada jumlah refrigeran, kebocoran, aliran udara, atau komponen lain dalam sistem AC. Pemeriksaannya perlu menggunakan peralatan yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Ketika AC mobil kekurangan refrigeran, kemampuan sistem untuk menyerap dan membuang panas dapat ikut terganggu. Gejalanya bisa semakin terasa saat siang hari ketika kebutuhan pendinginan kabin meningkat.
Baca Juga: Suzuki REEV Light Bukan Hybrid Biasa, Mesin Bensin Tak Gerakkan Roda, Ternyata Punya Fungsi Penting
Kompresor atau Magnetic Clutch Bermasalah
Kompresor menjadi bagian penting dalam sirkulasi refrigeran. Komponen ini memampatkan refrigeran dan mengalirkannya ke rangkaian AC sebelum proses pendinginan berlanjut.
Sementara itu, magnetic clutch berfungsi menghubungkan putaran mesin dengan kompresor. Jika komponen tersebut mengalami gangguan, kerja kompresor dapat terganggu dan membuat AC mobil tidak mampu mempertahankan suhu dingin secara konsisten.