Wisata Kuliner Jogja, 3 Tempat Makan Tertua yang Masih Bertahan, Ada yang Pernah Layani Pangeran Diponegoro

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Jumat, 11 September 2026 | 10:08 WIB
Wisata kuliner Jogja tak lepas dari tempat makan bersejarah, dari Warung Bu Spoed dan Soto Kadipiro hingga Ayam Goreng Mbok Berek. (Instagram/warungmakanbuspoed - warungsotokadipiro - mbokberekgarden)
Wisata kuliner Jogja tak lepas dari tempat makan bersejarah, dari Warung Bu Spoed dan Soto Kadipiro hingga Ayam Goreng Mbok Berek. (Instagram/warungmakanbuspoed - warungsotokadipiro - mbokberekgarden)

 

 

YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Yogyakarta atau Jogja tidak hanya dikenal melalui destinasi wisata dan ragam makanan kekinian. Di sejumlah sudut kota, masih terdapat tempat makan yang bertahan selama puluhan tahun dan menyimpan cerita dari generasi ke generasi.

Jejak panjang tersebut membuat wisata kuliner di Jogja memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak sekadar datang untuk menikmati makanan, tetapi juga bisa mengenal perjalanan sebuah usaha kuliner yang telah melewati perubahan zaman.

Beberapa di antaranya bahkan telah berdiri sejak era kolonial. Ada pula tempat makan yang memiliki cerita historis karena disebut pernah menyajikan hidangan untuk Pangeran Diponegoro.

Baca Juga: Wisata Kuliner Yogyakarta, 4 Tempat Ngopi Unik dari Rumah Joglo hingga Tengah Hutan yang Bikin Betah

Berikut tiga tempat makan tua di Jogja yang masih bertahan dan menjadi bagian dari kuliner legendaris hingga sekarang.

Wisata kuliner Jogja membawa kamu ke Warung Bu Spoed, tempat makan sejak 1920 dengan puluhan pilihan lauk dan resep turun-temurun.
Wisata kuliner Jogja membawa kamu ke Warung Bu Spoed, tempat makan sejak 1920 dengan puluhan pilihan lauk dan resep turun-temurun. (Instagram/warungmakanbuspoed)

Warung Bu Spoed

Usianya yang telah mencapai lebih dari satu abad membuat Warung Bu Spoed menjadi salah satu tujuan wisata kuliner bagi mereka yang ingin merasakan hidangan dengan resep turun-temurun.

Warung ini telah berdiri sejak 1920. Meski mengusung konsep sederhana, keberadaannya tetap bertahan dan menarik pelanggan dari berbagai generasi.

Salah satu daya tariknya adalah pilihan lauk yang mencapai lebih dari 60 jenis setiap hari. Pengunjung dapat menemukan beragam menu, mulai dari empal goreng hingga paru crispy.

Baca Juga: Wisata Kuliner Malam Jogja, 4 Kuliner Legendaris Murah yang Bikin Lapar, Ada Oseng Mercon hingga Bakmi Tungku Arang

Resep yang digunakan masih dipertahankan dan diwariskan dari generasi pertama hingga generasi ketiga. Konsep prasmanan menjadi bagian dari pengalaman makan di tempat ini karena pengunjung dapat menentukan sendiri lauk yang ingin disantap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X