Mediapriangan.com - Kabupaten Buleleng di Bali Barat tak hanya terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budaya.
Wilayah yang berada di utara Pulau Dewata ini juga menyimpan khazanah kuliner khas yang mulai jarang ditemukan, namun terus membekas di lidah para penikmatnya.
Salah satu daya tarik kuliner dari daerah ini adalah jukut undis dan sudang lepet, dua menu tradisional yang menjadi ikon rasa lokal Buleleng.
Meski semakin sulit dijumpai, keduanya tetap menjadi incaran wisatawan lokal hingga mancanegara yang ingin menjajal keunikan kuliner Bali bagian utara.
Jukut undis, misalnya, merupakan sajian sup sederhana yang dibuat dari kacang gude atau dikenal juga sebagai kacang kayo.
Kacang ini memiliki warna hitam pekat dan bentuknya menyerupai kedelai. Namun dari segi rasa, kacang gude menawarkan sensasi yang lebih kuat dan khas.
Dalam pengolahannya, jukut undis menggunakan bumbu minimalis namun mampu menghasilkan kuah gurih yang menenangkan dan kaya akan cita rasa.
Sementara itu, sudang lepet merupakan olahan ikan asin yang telah dikeringkan. Dalam bahasa lokal, “sudang” berarti ikan asin dan “lepet” memiliki arti ‘sial’.
Meski memiliki nama yang unik, rasanya justru jauh dari kesan negatif.
Ikan yang digunakan memiliki rasa gurih khas dan sering disajikan bersama sambal ulek yang dibuat dari campuran cabai merah, garam, minyak kelapa, dan perasan jeruk limau. Sederhana, namun sangat menggugah selera.