Menariknya, sudang lepet hanya diproduksi di wilayah tertentu, tepatnya di Desa Sangsit, Buleleng Timur.
Produksinya yang terbatas membuat makanan ini sulit ditemukan di luar daerah tersebut.
Bahkan, dengan harga terjangkau sekitar Rp10.000 untuk enam potong, sudang lepet kerap habis diburu pembeli dalam waktu singkat.
Dengan semakin maraknya makanan modern, keberadaan jukut undis dan sudang lepet menjadi napas penting dalam menjaga kekayaan kuliner daerah.
Keduanya bukan hanya soal rasa, tapi juga bagian dari identitas budaya kuliner Bali Barat yang patut dilestarikan.***
Artikel Terkait
Wamenpar Ungkap Kendala Dermaga Banyuwangi–Bali, Paket Wisata 3B Tetap Jalan Lewat Jalur Alternatif Gilimanuk
Wamenpar Dorong Wisata 3B, Akses Laut Banyuwangi–Lovina Siap, Atraksi di Buleleng dan Jembrana Akan Diperkuat
Kemenpar Genjot Pemerataan Wisata Lewat Paket 3B, Jalur Laut Banyuwangi–Lovina Disiapkan, OTA Mulai Jualan!
Kebun Raya Jagatnatha, Wisata Bali Barat yang Unik dengan Koleksi Tanaman Upakara dan Usada Bernilai Religius
Sentra Tenun Jembrana, Destinasi Wisata Budaya Bali yang Suguhkan Proses Tenun Manual dan Songket Unik Bernilai Filosofis
Desa Wisata Perancak, Surga Tersembunyi di Bali Barat, Sunset, Lepas Tukik, hingga Kuliner Pindang yang Menggoda