MALANG, Mediapriangan.com - Kota Malang memiliki banyak pilihan makanan yang tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita panjang di balik keberadaannya. Sejumlah tempat makan bahkan telah bertahan selama puluhan tahun dan terus dikenal dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jejak panjang tersebut membuat wisata kuliner di Malang tidak sebatas agenda untuk mengisi perut. Pengunjung juga dapat mengenal karakter makanan khas kota ini melalui warung dan restoran yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Dari sajian berkuah hitam, minuman hangat untuk malam hari, hingga soto dengan pelengkap khas, berikut tiga kuliner legendaris yang dapat masuk dalam daftar destinasi wisata saat berada di Malang.
Rawon Nguling
Kuah hitam pekat menjadi ciri yang langsung dikenali dari Rawon Nguling. Sajian khas Jawa Timur ini menggunakan daging sapi dengan kuah berbumbu kluwek yang menghasilkan warna gelap dan cita rasa kaya rempah.
Bagian daging menjadi salah satu daya tarik utama karena disajikan dalam tekstur yang empuk. Perpaduan daging sapi dan kuah rempah membuat Rawon Nguling dikenal sebagai salah satu pilihan kuliner legendaris di Malang.
Tempat makan ini telah lama menjadi tujuan warga lokal maupun wisatawan. Bagi pencinta kuliner yang ingin mengenal sajian tradisional Jawa Timur, Rawon Nguling dapat menjadi salah satu pilihan dalam agenda wisata kuliner Malang.
Ronde Titoni
Saat malam terasa dingin, sajian hangat menjadi pilihan yang banyak dicari. Ronde Titoni menawarkan pengalaman tersebut melalui wedang ronde yang telah dikenal sejak 1948.