Minuman ini berbahan dasar jahe hangat dengan isian berupa bola-bola tepung beras yang memiliki rasa manis dan tekstur lembut. Kuah jahe memberikan sensasi hangat, sementara ronde menjadi pelengkap yang membuat sajian ini memiliki karakter tersendiri.
Usianya yang telah mencapai puluhan tahun menjadikan Ronde Titoni sebagai bagian dari perjalanan kuliner legendaris Malang. Tempat ini juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kuliner malam dengan sajian tradisional.
Soto Ayam Lombok
Nama Soto Ayam Lombok kerap membuat orang mengira hidangan ini berkaitan dengan Pulau Lombok atau menggunakan cabai sebagai bahan utama. Namun, nama tersebut sebenarnya berasal dari lokasi tempat makannya yang berada di Jalan Lombok, Malang.
Dalam satu mangkuk, Soto Ayam Lombok menyajikan nasi putih, kuah kental, irisan ayam kampung, kubis, kentang, tauge, seledri, dan koya kelapa. Koya memberikan rasa gurih yang menjadi salah satu karakter dalam sajian tersebut.
Satu lagi pelengkap yang menjadi ciri khasnya adalah kerupuk ikan berukuran besar. Kerupuk tersebut biasa disantap bersama soto sehingga memberikan tambahan tekstur pada hidangan.
Baca Juga: Wisata Kuliner Yogyakarta, 4 Tempat Ngopi Unik dari Rumah Joglo hingga Tengah Hutan yang Bikin Betah
Soto Ayam Lombok telah hadir sejak 1955 dan kini dikelola oleh generasi ketiga pendirinya, Hajah Maimunah. Perjalanan panjang itu membuat tempat makan ini masuk dalam deretan kuliner legendaris yang masih bertahan di Malang.
Dahulu tempatnya tergolong sempit. Untuk menambah kapasitas, Hajah Maimunah kemudian membeli bangunan ruko di sebelahnya. Meski mengalami perluasan, lokasi Soto Ayam Lombok tetap berada di tempat yang sama.***
Artikel Terkait
Tsuka Ramen Tebet Jakarta Selatan, Kuliner Jepang Murah dengan Menu Ramen di Bawah Rp30 Ribu
Rekomendasi Wisata Kuliner Balikpapan, 3 Tempat Makan Legendaris dengan Sajian Lawas yang Masih Eksis hingga Kini
Wisata Kuliner Samarinda, Ini 3 Tempat Makan Hits, dari Kepala Ikan hingga Soto Banjar Legendaris
Bukan Cuma Gudeg, 3 Kuliner Kaki Lima Legendaris Yogyakarta Ini Bertahan Puluhan Tahun dan Tetap Diburu
Bukan Sekadar Lupis, Jejak Rasa Lupis Mbah Satinem Yogyakarta Bertahan Sejak 1963 dengan Resep Turun-Temurun
Wisata Kuliner Malam Jogja, 4 Kuliner Legendaris Murah yang Bikin Lapar, Ada Oseng Mercon hingga Bakmi Tungku Arang