wisata

3 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris di Malang, Ada Rawon hingga Soto Ayam yang Bertahan Puluhan Tahun

Minggu, 13 September 2026 | 17:46 WIB
Wisata kuliner Malang tak hanya soal makanan kekinian. Tiga kuliner legendaris ini bertahan puluhan tahun dan masih menjadi pilihan pencinta kuliner. (Instagram/rawonnguling - rondetitoni - Dok. Ivan Wijoyo)

Minuman ini berbahan dasar jahe hangat dengan isian berupa bola-bola tepung beras yang memiliki rasa manis dan tekstur lembut. Kuah jahe memberikan sensasi hangat, sementara ronde menjadi pelengkap yang membuat sajian ini memiliki karakter tersendiri.

Usianya yang telah mencapai puluhan tahun menjadikan Ronde Titoni sebagai bagian dari perjalanan kuliner legendaris Malang. Tempat ini juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kuliner malam dengan sajian tradisional.

Baca Juga: Wisata Kuliner Jogja, 3 Tempat Makan Tertua yang Masih Bertahan, Ada yang Pernah Layani Pangeran Diponegoro

Soto Ayam Lombok Malang berdiri sejak 1955. Sajian ayam kampung, koya kelapa, dan kerupuk ikan besar menjadi ciri khasnya. (Dok. Ivan Wijoyo)

Soto Ayam Lombok

Nama Soto Ayam Lombok kerap membuat orang mengira hidangan ini berkaitan dengan Pulau Lombok atau menggunakan cabai sebagai bahan utama. Namun, nama tersebut sebenarnya berasal dari lokasi tempat makannya yang berada di Jalan Lombok, Malang.

Dalam satu mangkuk, Soto Ayam Lombok menyajikan nasi putih, kuah kental, irisan ayam kampung, kubis, kentang, tauge, seledri, dan koya kelapa. Koya memberikan rasa gurih yang menjadi salah satu karakter dalam sajian tersebut.

Satu lagi pelengkap yang menjadi ciri khasnya adalah kerupuk ikan berukuran besar. Kerupuk tersebut biasa disantap bersama soto sehingga memberikan tambahan tekstur pada hidangan.

Baca Juga: Wisata Kuliner Yogyakarta, 4 Tempat Ngopi Unik dari Rumah Joglo hingga Tengah Hutan yang Bikin Betah

Soto Ayam Lombok telah hadir sejak 1955 dan kini dikelola oleh generasi ketiga pendirinya, Hajah Maimunah. Perjalanan panjang itu membuat tempat makan ini masuk dalam deretan kuliner legendaris yang masih bertahan di Malang.

Dahulu tempatnya tergolong sempit. Untuk menambah kapasitas, Hajah Maimunah kemudian membeli bangunan ruko di sebelahnya. Meski mengalami perluasan, lokasi Soto Ayam Lombok tetap berada di tempat yang sama.***

Halaman:

Tags

Terkini