Warung Jati Emak Ale
Bagi yang ingin mencicipi masakan dengan cita rasa khas daerah, Warung Jati Emak Ale di Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menawarkan pengalaman berbeda.
Rumah makan sederhana yang menggunakan material kayu dan bilik ini telah berdiri sekitar 10 tahun. Pada awalnya, Warung Jati Emak Ale hanya menyajikan karedok.
Seiring bertambahnya permintaan pelanggan, pilihan menu kemudian berkembang. Kini tersedia sejumlah hidangan seperti gabus pucung dan sop iga sapi.
Keunikan Warung Jati Emak Ale terletak pada proses pengolahan bumbu. Racikan masakannya dibuat dengan cara ditumbuk dan diulek secara manual sehingga menghasilkan cita rasa yang menjadi ciri khas tempat tersebut.
Menu gabus pucung menjadi salah satu sajian yang banyak dicari. Setiap akhir pekan, Warung Jati Emak Ale dapat menjual hingga 5 kilogram gabus pucung.
Sementara itu, penjualan sop iga sapi bisa mencapai 1,5 kuintal setiap akhir pekan. Bahan gabus yang digunakan juga diperoleh dalam kondisi segar dari hasil tangkapan pemancing.
Warung Jati Emak Ale pun memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Salah satunya Bang Mastur, adik komedian Mandra, yang pernah datang untuk mencicipi menu andalan rumah makan tersebut.***