Tragis! Ledakan Amunisi di Garut Renggut 13 Nyawa, TNI AD Temukan Potensi Peledak Aktif Lain, Ini Identitas Para Korban

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 12 Mei 2025 | 22:37 WIB
Potret lokasi peristiwa ledakan amunisi atau bahan peledak di Garut, Jawa Barat.  (X.com/@r4g4ji)
Potret lokasi peristiwa ledakan amunisi atau bahan peledak di Garut, Jawa Barat. (X.com/@r4g4ji)

 

Mediapriangan.com - Tragedi ledakan amunisi yang terjadi pada Senin pagi, 12 Mei 2025, di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih menyisakan kekhawatiran.

Ledakan terjadi saat proses pemusnahan amunisi kadaluarsa milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) sekitar pukul 09.30 WIB dan menewaskan total 13 orang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengungkapkan bahwa seluruh korban jiwa telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Garut.

Baca Juga: Tragedi Ledakan Amunisi di Garut, 13 Orang Tewas Usai Detonator Meledak Mendadak dari Lubang Ketiga, Ini Kronoligisnya

Saat ini, petugas masih bekerja keras untuk mengamankan lokasi dan memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang bisa membahayakan warga sekitar.

"Lokasi masih dalam proses sterilisasi oleh tim TNI AD karena kami menduga masih ada bahan peledak berbahaya yang tertinggal," kata Wahyu dalam konferensi pers pada hari yang sama.

Wahyu juga menyampaikan daftar korban yang meninggal dunia akibat ledakan maut tersebut. Dari pihak TNI AD, empat prajurit gugur dalam insiden ini, yakni:

Baca Juga: Ledakan Amunisi Tewaskan 13 Orang di Garut, 9 Warga Sipil dan 4 TNI Jadi Korban, Pemusnahan Berujung Tragedi

Kolonel Korps Peralatan Antonius Hirmawan, selaku Kepala Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD.

Mayor Korps Peralatan Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi III.

Kopda Eri Triambodo dan Pratu Aprio Seriyawan, anggota aktif di unit pergudangan amunisi tersebut.

Baca Juga: Tragis! Pengantin Pria di Palembang Dibacok Saat Hendak Ijab Kabul, Dendam Lama Diduga Jadi Motif Penyerangan

Sementara sembilan korban lainnya merupakan warga sipil, yang namanya telah diidentifikasi sebagai berikut: Agus, Ipan, Anwar, Iyus, Iyus Rizal, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X