Mediapriangan.com - Sebuah kebakaran hebat menghanguskan puluhan bangkai bus Transjakarta di Terminal Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Selasa sore, 10 Juni 2025.
Api melalap sekitar 50 unit bus yang sudah tidak lagi beroperasi dan disimpan di area penampungan milik Transjakarta.
Menurut informasi dari Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta Barat, peristiwa itu terjadi diduga akibat percikan api dari aktivitas pengelasan yang menyambar bagian bangkai bus.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Lapak dan Bengkel di Rawa Buaya, 16 Mobil Damkar Dikerahkan
Kobaran api yang cepat membesar turut dipicu oleh hembusan angin kencang serta keberadaan material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
“Sebanyak 50 bangkai bus TransJakarta yang berada di Terminal Rawa Buaya, ludes terbakar pada Selasa (10/6) siang,” tulis akun resmi X @kotajakbar.
Di lokasi kejadian, Perwira Piket Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Suroto Asmoro, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan awal dari pos terdekat mengenai kebakaran tersebut.
“Awalnya kita dapat laporan dari pos terdekat dengan terjadinya kebakaran di bekas-bekas bus ini,” ujar Suroto saat diwawancarai di lokasi kejadian, Rabu 11 Juni 2025.
"Ini bus-bus bekas rongsokan gitu lah," tambahnya.
Guna mengatasi kobaran api yang terus membesar, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat langsung mengerahkan 18 unit mobil pemadam ke lokasi.
“Sementara kita kerahkan 18 unit di TKP,” pungkas Suroto.
Artikel Terkait
Ledakan Amunisi Tewaskan 13 Orang di Garut, 9 Warga Sipil dan 4 TNI Jadi Korban, Pemusnahan Berujung Tragedi
Tragedi Ledakan Amunisi di Garut, 13 Orang Tewas Usai Detonator Meledak Mendadak dari Lubang Ketiga, Ini Kronoligisnya
Tragis! Ledakan Amunisi di Garut Renggut 13 Nyawa, TNI AD Temukan Potensi Peledak Aktif Lain, Ini Identitas Para Korban
Tragedi Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang, TNI AD Sampaikan Duka dan Janji Usut Tuntas Penyebabnya
Anak Korban Ledakan Amunisi di Garut Buka Fakta Mengejutkan, Bantah Ayahnya Pemulung di Lokasi Tragedi TNI AD
Tragedi Amunisi Tewaskan 13 Orang, Dedi Mulyadi Ungkap Ada Korban Sipil Bantu TNI AD Selama 10 Tahun Tanpa Status Jelas