Cegah Radikalisme, Kominda dan TNI Gandeng Ormas Islam Jaga Stabilitas Keamanan Kota Tasikmalaya

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 16 Juli 2025 | 13:57 WIB
Kominda Tasikmalaya bersama unsur TNI dari Kodim 0612, serta Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar FGD di Cafe Illario pada Rabu, 16 Juli 2025. (D. Farhan Kamil)
Kominda Tasikmalaya bersama unsur TNI dari Kodim 0612, serta Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar FGD di Cafe Illario pada Rabu, 16 Juli 2025. (D. Farhan Kamil)

 

Mediapriangan.com - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Tasikmalaya bersama unsur TNI dari Kodim 0612, serta Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema memperkuat persatuan bangsa melalui sinergi pemerintah dan masyarakat.

FGD yang digelar di Cafe Illario pada Rabu, 16 Juli 2025, melibatkan berbagai perwakilan organisasi masyarakat Islam yang diajak untuk turut aktif mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Kota Tasikmalaya.

Salah satu narasumber utama, Kapten Inf H. Herlan Ramdhani selaku Pasi Intel Kodim 0612 Tasikmalaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi demi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Miris! SD di Kudus Hanya Dapat 1 Siswa Baru di Tahun Ajaran 2025, Guru Akui Tren Menurun dalam Tiga Tahun Terakhir

“Tentunya pertahanan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama, yang bukan hanya TNI, Polri dan Kominda, sehingga kami siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kondisi yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapten Herlan, yang akrab disapa Mang Haji Ule, juga membagikan pengalamannya selama bertugas di wilayah konflik seperti Papua, Maluku, dan Ambon.

Mang Haji Ule menyoroti betapa buruknya dampak konflik Ambon pada 1999, yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial, merenggut korban jiwa, serta menghancurkan rumah ibadah dan fasilitas umum.

Baca Juga: Cak Imin Tanggapi Fatwa Haram Sound Horeg, Ekonomi Boleh Tumbuh, Tapi Jangan Sampai Ganggu Orang Lain!

Belajar dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya pencegahan dini terhadap potensi konflik yang bisa dipicu oleh penyebaran ideologi radikal.

“Adanya silaturahmi dengan melibatkan organisasi masyarakat Islam ini diharapkan menjadi langkah yang lebih solid dalam menjalin kolaborasi antara Pemkot dengan jajaran unsur TNI dan BIN,” jelasnya.

Herlan mengingatkan bahwa paham radikal dapat menyusup melalui berbagai saluran, terutama di kalangan masyarakat yang rentan secara sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Gibran Ungkap Nilai Kemenyan Setara Nikel, Sindir yang Anggap Cuma Buat Dukun, Sebut LV, Gucci Itu Pakai Kemenyan!

“Kebanyakan masyarakat kelas ekonomi lemah pada umumnya mempunyai pemikiran yang sempit. Sehingga hal ini begitu mudah percaya kepada oknum berpaham radikal karena dianggap dapat memberikan solusi kehidupan,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X