MADIUN, Mediapriangan.com - Insiden ledakan gudang amunisi TNI di Madiun mengakibatkan tujuh personel menjadi korban. Dari jumlah tersebut, satu prajurit TNI dinyatakan meninggal dunia, sementara enam lainnya masih menjalani penanganan medis akibat luka yang dialami.
Peristiwa itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar informasi mengenai dentuman keras yang berasal dari kawasan militer di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Salah satu unggahan di Instagram @info.madiun menyebutkan adanya korban dari kalangan anggota TNI.
"Sejumlah anggota TNI dilaporkan mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan," tulis postingan itu.
"Penyebab kejadian masih menunggu keterangan resmi," sambungnya.
TNI AD Benarkan Terjadi Ledakan
Setelah informasi tersebut viral, TNI Angkatan Darat membenarkan adanya ledakan gudang amunisi TNI yang terjadi di kompleks militer wilayah Madiun.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan bahwa total 7 personel jadi korban dalam insiden tersebut.
"Dalam insiden itu 1 orang personel dinyatakan meninggal dunia," kata Donny dalam keterangan resminya, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Selain korban meninggal, enam prajurit TNI lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
"4 orang mengalami luka berat dan 2 lainnya mengalami luka ringan," ungkap Donny.
Artikel Terkait
JNE Awali JLC Member Gathering Bandung, Hadirkan Strategi Bisnis dan Ruang Kolaborasi bagi Pelaku Usaha
Diskominfo Ciamis Kembangkan Call Center 112 Omni Channel, WhatsApp hingga TikTok Segera Terintegrasi
Panen Raya Klaster Padi Pamarican Capai 7,5 Ton per Hektare, Bank Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Ciamis
Bunda PAUD Ciamis Tinjau MASEKDAS, Pastikan Hari Pertama Sekolah Berjalan Ramah dan Menyenangkan
Nobar Piala Dunia 2026 di Ciamis Jadi Berkah bagi UMKM, Alun-Alun Taman Raflesia Dipadati Ribuan Warga
Panen Padi Organik Kabupaten Ciamis Capai Babak Baru, Sekretariat Klaster Padi Pamarican Resmi Beroperasi