Polisi Pastikan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Tak Terkait Terorisme, 7 Bom Ditemukan di Lokasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 12 November 2025 | 07:23 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengumumkan hasil penyelidikan polisi atas ledakan SMAN 72 Jakarta. Polisi memastikan pelaku bukan bagian dari jaringan terorisme dan menemukan tujuh bom di lokasi.  (Instagram/SMAN 72 Jakarta)
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengumumkan hasil penyelidikan polisi atas ledakan SMAN 72 Jakarta. Polisi memastikan pelaku bukan bagian dari jaringan terorisme dan menemukan tujuh bom di lokasi. (Instagram/SMAN 72 Jakarta)

 

Mediapriangan.com - Hasil penyelidikan polisi terkait insiden ledakan SMAN 72 Jakarta akhirnya diumumkan ke publik. Kepolisian memastikan bahwa pelaku merupakan seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang masih berstatus sebagai siswa aktif.

“ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan siswa SMA aktif dan bertindak secara mandiri, tidak terhubung dengan jaringan teror tertentu,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 11 November 2025.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan jaringan terorisme di balik ledakan SMAN 72 Jakarta. Polisi menegaskan kasus ini murni dilakukan secara individu tanpa keterkaitan dengan kelompok ekstrem.

Baca Juga: Polisi Ungkap Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Kerap Merasa Kesepian, KPAI Soroti Kesehatan Mental Siswa

Pelaku Dikenal Sebagai Pribadi Tertutup

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan hasil penyelidikan mendalam yang melibatkan penggeledahan di rumah pelaku serta analisis terhadap bahan peledak yang digunakan.

“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, dan memiliki ketertarikan dengan konten kekerasan serta hal-hal yang ekstrem,” imbuhnya.

Selain memeriksa CCTV, tim penyidik bersama Densus 88 juga menelusuri ponsel pelaku untuk mendalami motif dan jaringan komunikasi yang digunakan.

“Kami bersama Densus 88 telah menganalisis rekaman CCTV, ponsel, serta aktivitas dari ABH yang terlibat untuk mendalami motif dan latar belakang yang bersangkutan,” jelas Asep.

Baca Juga: Linmas Terancam Tanpa Insentif, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Belanja Protokol Masih Miliaran

7 Bom Ditemukan, 4 Meledak dan 3 Masih Aktif

Fakta baru juga terungkap dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengonfirmasi bahwa total tujuh bom ditemukan di area sekolah.

“Total ada 7 buah bom, di TKP satu, dua bom sudah meledak dengan aktivasi receiver yang dikendalikan dengan remote control yang remote-nya kami temukan di taman baca,” ungkap Henik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X