Siswa SMP di Sumedang Terpaksa Berhenti Sekolah demi Bantu Ortu Jualan, Rekan Sekelas Tag Gubernur Dedi Mulyadi

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Rabu, 22 April 2026 | 09:40 WIB
Haru! Siswa SMP di Sumedang terpaksa berhenti sekolah demi bantu ortu jualan ayam goreng di Alun-alun. Rekan sekelas kirim pesan ke Gubernur. (TikTok.com/@8imazing)
Haru! Siswa SMP di Sumedang terpaksa berhenti sekolah demi bantu ortu jualan ayam goreng di Alun-alun. Rekan sekelas kirim pesan ke Gubernur. (TikTok.com/@8imazing)

 

SUMEDANG, Mediapriangan.com - Sebuah unggahan di media sosial mendadak menjadi pusat perhatian setelah menampilkan momen perpisahan yang menyayat hati di dalam sebuah ruang kelas.

Seorang siswa SMP di Sumedang berinisial I, harus mengubur mimpinya untuk terus mengenyam pendidikan di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Tanjungsari. Isu kemiskinan diduga menjadi alasan utama remaja ini berhenti sekolah secara prematur.

Kesedihan ini mencuat ke publik melalui unggahan akun TikTok @8imazing. Dalam rekaman tersebut, I tampak emosional saat memeluk rekan-rekan sejawatnya.

Baca Juga: Misteri Siswa SD Terjatuh di Pasar Serangan Bali, Tokoh Adat Gelar Ritual Usai Korban Jatuh dari Ketinggian 8 Meter

Aksi tersebut bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan simbol perjuangan seorang anak yang harus bertukar nasib dengan dunia kerja demi menopang beban ekonomi orang tuanya.

Melalui keterangan di unggahan tersebut, para siswa secara terbuka mengirimkan pesan kepada pemimpin daerah agar memperhatikan nasib kawan mereka yang kini terpaksa berhenti sekolah.

"Assalamualaikum Bapak Gubernur Dedi Mulyadi, kami siswa-siswi SMP 1 Tanjungsari Sumedang," tulis postingan tersebut yang dikutip pada Selasa, 21 April 2026.

Lebih lanjut, narasi dalam video tersebut menjelaskan bahwa keputusan I meninggalkan sekolah bukan atas dasar kemalasan, melainkan tuntutan keadaan.

Baca Juga: Buntut Aksi Ugal-ugalan di Tol Purbaleunyi, Sopir Mobil Travel PT Bhinneka Sangkuriang Kena Tilang

"Salah satu teman sekelas kami ada yang putus sekolah demi membantu menghidupi keluarganya," tambahnya.

Rekan-rekan I mengungkapkan bahwa I sebenarnya adalah pribadi yang memiliki semangat belajar tinggi.

Namun, faktor ekonomi memaksa orang tuanya untuk menarik I dari lingkungan pendidikan agar bisa bekerja.

"Padahal teman kami sedang rajin-rajinnya sekolah tetapi disuruh putus sekolah sama orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya," ungkap postingan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X