YOGYA, Mediapriangan.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah cepat menyusul viralnya dugaan pelecehan mahasiswi yang diduga dilakukan oleh oknum dosen Farmasi UMY melalui pesan singkat.
Selain menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan, kampus juga membentuk proses penelusuran menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik kasus tersebut.
Kasus ini mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang diduga memperlihatkan pesan-pesan bernada tidak pantas kepada mahasiswi. Unggahan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari publik.
Menanggapi hal tersebut, UMY menyatakan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada korban maupun pihak yang memberikan informasi terkait perkara tersebut.
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menegaskan kampus memberikan perhatian serius terhadap kasus yang sedang berkembang.
“UMY menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta memberikan dukungan, perlindungan, dan pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak-pihak yang telah menyampaikan informasi,” ujar Rektor UMY, Achmad Nurmandi dalam keterangannya kepada media pada Minggu, 12 Juli 2026.
Baca Juga: Siapa Yoo So yeon? Sosok yang Selalu Dampingi Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate
Selain pendampingan psikologis, pihak universitas memastikan identitas korban dan informan akan dirahasiakan serta seluruh proses penanganan dilakukan tanpa intimidasi.
Investigasi UMY Libatkan Satgas PPKPT
Untuk mengusut dugaan pelecehan mahasiswi, investigasi UMY dilakukan dengan melibatkan Satgas PPKPT UMY atau Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.
Menurut Achmad Nurmandi, proses tersebut bertujuan memperoleh informasi yang lengkap dan berbasis fakta.
Artikel Terkait
Update Kasus Korupsi Batu Bara: Polisi Sita Emas 74 Kg Senilai Rp476 Miliar dari Brankas Tersembunyi
Penggeledahan Rumah Jampidsus dan Kasus Brigjen Polri Jadi Sorotan, Begini Fakta Penyidikan Korupsi yang Terungkap
Ahli Kunci Ungkap Letak Brankas Berisi Emas 74 Kg di Rumah Sentul, Tersembunyi di Balik Lemari Kamar Lantai 2
Kasus Ganjal ATM Asia Plaza Tasikmalaya Terungkap, 3 Pelaku Lintas Provinsi Ditangkap hingga Garut
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah Sentul Milik Pribadi, Bantah Terkait Bisnis Cafe de Clan Cipete
Jampidsus Febrie Adriansyah Sebut Kasus BGN Jadi Prioritas, Pemberkasan Terus Berjalan
Polisi Geledah Ruko di Cipete, Lokasi ke-13 Penyidikan Dugaan Korupsi Sita Dokumen dan Komputer
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Terima Setoran Upah Pungut Rp2,93 Miliar
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pernah Ungkap Perkembangan Kasus MBG dan Tambahan 47 Nama
Runutan Penggeledahan Rumah Jampidsus hingga Sitaan 74 Kg Emas, Berujung Febrie Adriansyah Mundur