JAKARTA, Mediapriangan.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penanganan perkara terkait amplop Menhut Raja Juli Antoni telah selesai dari sisi pencegahan. Meski demikian, lembaga antirasuah menegaskan proses penyidikan KPK masih terus berjalan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kasus ini mencuat setelah nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dikaitkan dengan dugaan gratifikasi yang melibatkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa laporan gratifikasi yang disampaikan Menteri Kehutanan telah ditangani dalam ranah pencegahan. Namun, penyidik masih mengembangkan perkara dari sisi penindakan.
“Ya, jadi di pencegahan terkait dengan laporan gratifikasi yang dilakukan oleh Menhut ini sudah case closed, sedangkan di penindakan ini masih akan terus didalami keterkaitannya,” ucap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga: Don Ritto Resmi Diserahkan ke Kejagung, Barbuk Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Ikut Dilimpahkan
KPK Dalami Alur Uang dan Motif Pemberian Amplop
Menurut Budi, fokus penyidikan KPK saat ini adalah menelusuri asal-usul dana yang diduga dikumpulkan Suhardiman Amby dari sejumlah pihak. Dana tersebut diduga berkaitan dengan proses pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.
“Karena dalam konstruksi perkaranya, Pak Bupati setelah mengumpulkan uang dari para pihak tersebut, kemudian uang ini diberikan kepada Pak Menteri,” terang Budi.
Selain aliran dana, penyidik juga mendalami latar belakang dan tujuan pemberian amplop Menhut Raja Juli Antoni, termasuk siapa yang memiliki inisiatif dalam proses tersebut.
Baca Juga: Hotman Paris Resmi Dampingi Febrie Adriansyah, Eks Jampidsus Diperiksa sebagai Tersangka di Kejagung
“Nah, ini tentu didalami maksud, tujuan, inisiatifnya dari pihak siapa, motifnya untuk apa, semuanya didalami oleh penyidik,” kata Budi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemanggilan Raja Juli Antoni dalam proses penyidikan KPK, Budi belum memberikan kepastian.
“Kami akan terus update karena memang penyidikannya juga masih terus berprogres,” tuturnya.
Artikel Terkait
Bunda PAUD Ciamis Tinjau MASEKDAS, Pastikan Hari Pertama Sekolah Berjalan Ramah dan Menyenangkan
Nobar Piala Dunia 2026 di Ciamis Jadi Berkah bagi UMKM, Alun-Alun Taman Raflesia Dipadati Ribuan Warga
Panen Padi Organik Kabupaten Ciamis Capai Babak Baru, Sekretariat Klaster Padi Pamarican Resmi Beroperasi
Kibar Budaya 2026 Digelar di Situ Beet, DKKT Angkat Kembali Kejayaan Sentra Anyaman Bambu Tasikmalaya
Viral TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM di Sumut, Ternyata Ini Alasan 18 Prajurit Diterjunkan
Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Sumut Kembali Normal, Oknum Sopir Truk Tangki BBM Disanksi Tegas