Karena itu, Saeful meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama jajaran pendidikan di tingkat kabupaten dan kota memiliki pola komunikasi yang sama dalam menyampaikan informasi SPMB 2026 dan Sekolah Maung.
Baca Juga: Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Wisatawan Asal Bandung Ditemukan Meninggal Dunia
Penyampaian informasi, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari brosur, media sosial, hingga sosialisasi langsung ke sekolah dan lingkungan kelurahan.
"Jangan sampai orang tua tahunya setelah kuota penuh. Padahal program ini bagus, tapi kalau tidak diketahui masyarakat, tujuannya tidak akan tercapai," tambahnya.
Saeful juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026. Evaluasi tersebut dinilai perlu mencakup sistem penerimaan, jadwal pelaksanaan, hingga strategi komunikasi kepada masyarakat.
"SPMB ini harus adil, transparan, dan mudah dipahami. Jangan buat orang tua kebingungan. Pendidikan itu hak dasar, jadi akses informasinya juga harus dipastikan sampai ke akar rumput," ujarnya.***
Artikel Terkait
Qodari Tantang Mahasiswa UI Kritik Program MBG Berbasis Data, Bahas Siswa Lapar hingga Anggaran Pendidikan
Lantik Badan Partai dan PAC, Ade Sugianto Minta Kader PDI Perjuangan Jadi Penyambung Aspirasi Warga Tasikmalaya
Rumput Situ Gede Kota Tasik Jadi Berkah, Para Penyabit Rumput Raup Penghasilan di Tengah Kemarau
Terharu Rumahnya Direhab Lewat TMMD, Warga Parungponteng: Ini Berkah untuk Keluarga Kami