BANTEN, Mediapriangan.com - Material berupa pasir kasar memenuhi kapal milik seorang pemancing setelah rombongannya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau ketika aktivitas erupsi terjadi pada Minggu malam, 5 September 2026.
Pasir tersebut menjadi salah satu jejak yang terlihat setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Dalam rekaman yang dibagikan pemancing sekaligus konten kreator Ocy melalui akun Instagram @destinasiocy, terlihat lontaran lava pijar dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Ocy menceritakan, rombongannya tidak memiliki tujuan untuk mendekati Gunung Anak Krakatau. Mereka justru mengubah arah pelayaran karena kondisi cuaca di lokasi memancing sebelumnya memburuk.
Baca Juga: Bandara Soetta Tutup hingga 13.30 WIB, Penumpang Menumpuk akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
“Sebelum kejadian, posisi kami sebenarnya di spot Sea Mount Reef (SMR) untuk memancing. Namun, karena cuaca di SMR tiba-tiba memburuk, kami memutuskan memutar arah mencari perlindungan ke arah kepulauan yang ada di sekitar Krakatau,” ujar Ocy dalam video yang diunggah di Instagram @destinasiocy, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.
Rombongan kemudian tiba di sekitar kawasan kepulauan Gunung Anak Krakatau pada malam hari. Saat itu, mereka belum mengetahui bahwa gunung tersebut sedang mengalami erupsi.
“Pukul 23.30 WIB, kami sampai di sekitar Gunung Anak Krakatau dan sama sekali tidak tahu kalau sedang mengalami erupsi,” imbuhnya.
Menurut Ocy, kondisi Gunung Anak Krakatau ketika mereka meninggalkan SMR pada sore hari masih belum menunjukkan aktivitas erupsi. Situasi tersebut juga masih sama ketika dirinya berada di kawasan tersebut hingga siang hari.
“Di perjalanan dari SMR jam 18.00 WIB, Gunung Anak Krakatau belum erupsi sampai di dekatnya itu setengah 12 malam, baru erupsi. Paginya, aku dari Gunung Anak Krakatau juga dari jam 06.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, belum erupsi,” jelasnya.
Situasi berubah setelah rombongan memperoleh informasi dari pihak Syahbandar. Mereka diminta segera meninggalkan kawasan tersebut dan kembali menuju dermaga.
“Situasi di sana sangat mengejutkan dan dan di saat bersamaan, pihak Syahbandar langsung menghubungi kami agar kami segera kembali ke dermaga,” lanjutnya.
Mendapat pemberitahuan tersebut, kapal kemudian diarahkan menjauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Rombongan akhirnya berhasil kembali ke daratan dalam keadaan selamat.
Artikel Terkait
Kronologi Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Hangus dan 320 Warga Terdampak
Viral Petugas Damkar Balikpapan Tegur Warga Bakar Ban Dekat Permukiman, Ingatkan Risiko Kebakaran
Kebakaran Kos Tebet Jaksel, Korban Selamat Ceritakan Detik-Detik Lompat dari Lantai 2 Saat Tangga Terbakar
Karhutla Lintang Batang Makin Dekat ke SPBU, Warga Buka Posko Makan Gratis untuk Pemadam Kebakaran
Tumbang Nusa Kalteng Berubah Jadi Lautan Api, Petugas Damkar Kesulitan Jangkau Titik Kebakaran
Kebakaran Legian Bali Bakar Gudang Rongsokan di Jalan Sunset Road, Damkar Badung Kerahkan 10 Unit
Kebakaran Batu Ceper Jakarta Pusat Hanguskan 114 Rumah, 310 KK Terdampak dan Penyebab Masih Diselidiki
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Besar, Warga 1 RT Dievakuasi akibat Asap Pekat
Dikritik soal Karhutla, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Terjun ke Lokasi Kebakaran Hutan Hingga Terpeleset
Kebakaran Masuk Jalur Pendakian, TWA Kawah Ijen Ditutup Total, Pemadaman Masih Berlangsung