Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 6 September 2026 | 18:54 WIB
Pemancing membagikan kesaksian saat Gunung Anak Krakatau erupsi. Kapalnya dipenuhi pasir hitam setelah sempat berlindung di sekitar Krakatau. (Instagram/destinasiocy)
Pemancing membagikan kesaksian saat Gunung Anak Krakatau erupsi. Kapalnya dipenuhi pasir hitam setelah sempat berlindung di sekitar Krakatau. (Instagram/destinasiocy)

Baca Juga: Hujan Abu Anak Krakatau Landa Lampung, 3 Kecamatan Tanggamus hingga Pesisir Barat Terpapar Debu Vulkanik

“Kami semua berhasil melalui momen krusial tersebut dan pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun,” imbuh Ocy.

“Saat ini kami semua sudah berada di daratan dalam kondisi yang sehat dan aman,” sambungnya.

Ocy juga menegaskan bahwa keberadaan mereka di sekitar Gunung Anak Krakatau bukan karena sengaja ingin menyaksikan erupsi. Rombongan sebelumnya mencari tempat yang dianggap lebih aman setelah cuaca di lokasi pemancingan memburuk.

Rekaman yang dibagikan Ocy kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Video tersebut telah ditonton lebih dari 6 juta kali dan memperlihatkan kondisi kapal setelah berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berulang, Asap Diprediksi Tembus 13 Km dan Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah material yang memenuhi kapal. Ocy menyebut material tersebut bukan debu, melainkan pasir kasar yang terdengar seperti suara hujan ketika jatuh ke kapal.

“Itu pasir kasar, bukan debu. Pas dateng dikiranya suara hujan, enggak taunya pasir,” tambahnya.

Kesaksian pemancing tersebut memperlihatkan dampak material vulkanik yang muncul ketika Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Pasir hitam yang berada di dalam kapal menjadi salah satu bukti yang ditunjukkan dalam rekaman tersebut.

Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga mengingatkan kapal yang berlayar di Perairan Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Dentuman Misterius Bandung Raya Bikin Geger, Diduga Berkaitan dengan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, kapal diminta tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III atau Siaga masih diberlakukan.

Imbauan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, serta gangguan terhadap keselamatan navigasi.

“Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi,” tulis keterangan resmi DJPL pada Minggu, 6 September 2026.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X