CIREBON, Mediapriangan.com - Persediaan air bersih menjadi persoalan serius bagi warga di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Kekeringan yang berlangsung selama beberapa waktu membuat sejumlah sumur warga tidak lagi dapat diandalkan.
Kondisi tersebut membuat air bersih menjadi kebutuhan yang sangat dinantikan. Mobil pengangkut air yang datang ke Kampung Kedung Krisik bahkan langsung didatangi warga untuk mendapatkan pasokan air.
Kekeringan Harjamukti menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian pemerintah daerah karena dampaknya telah dirasakan ribuan warga. Berdasarkan data Kelurahan Argasunya, sebanyak 1.203 kepala keluarga atau 3.929 jiwa yang tersebar di enam RW terdampak kekeringan pada 2026.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Mulai Mereda, Sejumlah Bandara Kembali Buka dan Penerbangan Dipulihkan Bertahap
Kondisi Sumur Warga Mengering
Bagi warga, persoalan air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air diperlukan untuk memasak, mencuci hingga mandi.
Salah satu warga Harjamukti, Zaharoh, mengatakan kondisi tersebut terjadi sejak kemarau melanda wilayahnya. Kekeringan membuat sumur yang selama ini menjadi sumber air warga tidak lagi mengeluarkan air.
"Buat masak buat nyuci, buat mandi gitu, sejak kemarau aja enggak ada air," ucap Zaharoh di lokasi, pada Selasa, 8 September 2026.
Keterbatasan air juga membuat sebagian warga memilih mendatangi rumah kerabat di kampung lain. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang tidak lagi dapat dipenuhi dari sumur di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kondisi ini menggambarkan dampak kekeringan Harjamukti yang mulai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Bantuan Air Bersih Terus Didistribusikan
Pemerintah bersama sejumlah instansi terus mengirimkan pasokan air untuk warga terdampak. Pada Selasa, 8 September 2026, dua tangki air bersih bantuan dibawa Tim Polres Cirebon ke kawasan yang terdampak.
Artikel Terkait
Asap Hitam Menyembur di Pasar Baru Jakpus, Kabel PLN Diduga Overheat hingga Sempat Picu Ledakan
Mayat Bayi Ditemukan Terkubur di Kebun Semarang, Sejoli Remaja Ditangkap dan Polisi Temukan Dugaan Kekerasan
Tagana dan Donatur Salurkan 18.000 Liter Air Bersih ke Warga Desa Cibalanarik Kabupaten Tasikmalaya
Bukan Cuma Gudeg, 3 Kuliner Kaki Lima Legendaris Yogyakarta Ini Bertahan Puluhan Tahun dan Tetap Diburu
Bukan Sekadar Lupis, Jejak Rasa Lupis Mbah Satinem Yogyakarta Bertahan Sejak 1963 dengan Resep Turun-Temurun
Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Guru yang Diduga Lakukan Pelecehan, Polisi Amankan Terduga Pelaku