Ombak Mendadak Besar, Pemancing Ungkap Momen Mencekam Saat Saksikan Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 9 September 2026 | 10:25 WIB
Ombak mendadak besar dan dentuman terdengar dari laut saat pemancing berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. (TikTok/destinasiocy)
Ombak mendadak besar dan dentuman terdengar dari laut saat pemancing berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. (TikTok/destinasiocy)

 

Mediapriangan.com - Perubahan kondisi laut secara tiba-tiba membuat rombongan pemancing yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau memilih menghentikan aktivitas mereka. Ombak yang semakin tinggi disusul suara dentuman dari arah gunung menjadi tanda yang membuat mereka memprioritaskan keselamatan.

Pengalaman tersebut diceritakan Ocy, seorang pemancing sekaligus konten kreator, melalui akun TikTok @destinasiocy. Ia berada di kawasan Selat Sunda bersama rombongannya sehari sebelum erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026.

Dalam rekamannya, Ocy juga memperlihatkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan lontaran lava pijar. Video tersebut kemudian menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Harga Masker Melonjak, Keluhan Seller Nakal di Tengah Abu Vulkanik

Namun, sehari sebelumnya, kondisi sekitar Gunung Anak Krakatau masih dianggap normal oleh rombongan pemancing tersebut.

“Kami mancing di tanggal 4 September 2026 itu kurang lebih baru 5 jam atau 3 jam, itu mancing di sekitar Krakatau. Kondisinya siang itu aman aja, makanya kita mancing tapi memang masih cari spot tuh,” ucap Ocy dalam video yang diunggah di akun TikTok, @destinasiocy, dikutip pada Rabu, 9 September 2026.

Menurut Ocy, rombongannya saat itu bahkan sempat bertemu dengan kelompok pemancing lain yang juga berada di kawasan tersebut.

Baca Juga: Rumah Warga Bandar Lampung Mendadak Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Tebalnya Bikin Syok

Ombak Mulai Berubah

Perubahan situasi mulai dirasakan ketika rombongan berpindah menuju Sea Mount Reef atau SMR. Di lokasi tersebut, kondisi gelombang tidak lagi seperti sebelumnya.

Ombak yang semakin besar membuat mereka hanya bertahan sekitar satu jam sebelum memutuskan kembali ke arah Krakatau. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda awal yang dirasakan pemancing sebelum aktivitas vulkanik meningkat.

“Sampai di SMR, ternyata ombak besar banget dan dari kanan kapal, kita mancing cuma satu jam. Setelah itu kembali ke Krakatau,” lanjutnya.

Rombongan kemudian kembali menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB pada 4 September 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X